Sabtu , 17 November 2018
Home / Bengkulu / Pemda dan BPOM Bersinergi Berantas Obat dan Makanan Ilegal

Pemda dan BPOM Bersinergi Berantas Obat dan Makanan Ilegal

BENGKULU – Pemerintah Daerah (Pemda) diminta untuk bersinergi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam memberantas obat dan makanan ilegal yang beredar di Provinsi Bengkulu. Hal ini disampaikan Plt Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, di Hotel Horizon, Selasa (3/4/2018).

Rohidin mengatakan makanan, minuman dan obat adalah produk yang selalu melekat dengan manusia. Karena ketiga hal ini berkontribusi paling menentukan dalam kesehatan.

“Ini harus menjadi perhatian kita untuk memastikan produk-produk tersebut aman,” ujarnya, saat membuka Focus Group Discussion
Pemberantasan Penyalahgunaan Obat dan Makanan Ilegal di Provinsi Bengkulu.

Dia pun mengakui BPOM memiliki keterbatasan personil dalam mengawasi obat dan makanan di daerah ini. Karena itu, ia minta seluruh pemerintah kabupaten/kota berperan serta dalam melakukan pengawasan.

“Setiap yang bersifat sinergitas, poin permukaannya adalah komitmen. Ketika itu tidak ada maka yang lain tidak ada juga atau hilang,” ungkapnya.

Menurutnya, komitmen paling utama bisa berbentuk dukungan anggaran dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis. Memang anggaran bukan segala-galanya, tapi semuanya membutuhkan anggaran.

“Pemerintah daerah harus memastikan bagaimana penganggarannya, bagaimana personilnya, agar masyarakta benar-benar terlindungi,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala BPOM Provinsi Bengkulu Burhanudin Gumay mengatakan tantangan pengawasan obat dan makanan semakin berat. Misalnya saja dalam beberapa bulan terakhir ditemukan banyak obat dan makanan yang tidak layak konsumsi.

“Fakta pertama misalnya adanya viostin DS yang mengandung lemak babi. Kemudian baru-baru ini ada makarel yang mengandung cacing,” jelasnya.

Dia menyampaikan BPOM memang rutin melakukan operasi pasar. Namun tidak semua wilayah bisa dicakup lantaran terbatasnya personil.

“Kami tidak bisa kerja sendiri. Personel kami cuma 60 ASN dan 30 non ASN,” paparnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kepala daerah. Diantaranya Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun, Bupati Kepahiang Hidayatullah dan Wakil Bupati Bengkulu Utara Ary Septia Adinata. (rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Pewarta : Tedi
Fotografer : Budiman-Aang
Editor : Nugroho

About Tedi CHO

Check Also

KPK Sosialisasikan Tax Online System Kepada Vendor

Bengkulu, InfoPublik – Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) memberikan arahan terkait optimalisasi penerimaan …