Rabu , 30 September 2020
Home / Bengkulu / Turun ke Pasar Panorama, Wawali Ajak Pedagang Tertib

Turun ke Pasar Panorama, Wawali Ajak Pedagang Tertib

Bengkulu,InfoPublik – Upaya penyelesaian masalah pasar Panorama masih menjadi prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu. Selasa (14/1) Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kembali turun ke pasar Panorama menyambangi para pedagang.

Memang masih detemukan pedagang yang berjualan di luar atau pinggir jalan yang notabene adalah lahan parkir. Dedy langsung mencoba membujuk pedagang supaya mau berjualan di dalam pasar yang sudah disiapkan pemerintah.

Namun ajakan Wawali itu dijawab oleh pedagang bahwa mereka baru mau ke dalam apabila semua pedagang jualan di dalam. “Kalau yang lain  masuk saya ikut masuk berjualan  di dalam pasar pak,  tapi kalau saya yang masuk yang lain keluar saya juga keluar,” tutur salah satu pedagang.

Namun Dedy tetap membujuk para pedagang secara persuasif. Ia menjelaskan bahwa jualan di dalam lebih nyaman karena lokasinya sudah bersih sehingga pedagang bisa berjualan dengan nyaman.

“Pemerintah ingin semua tertata rapi, bersih, dan nyaman. Lokasi pasar yang dulunya becek sudah di rapikan. Kios pedagang daging kita pasang kipas angin biar nyaman dan sebagian kios yang sudah selesai juga sudah kita bagikan, lahan pasar yang becek mulai dikoral dan akan dibeton supaya masyarakat yang berdagang dan berjualan juga nyaman,” jelas Dedy.

Dikatakan Dedy, hampir setiap daerah masalah pedagang pasar selalu  menonjol, namun ia yakin setiap masalah pasti ada jalan keluar. Penataan pasar menurut Dedy memang tidak semudah membalikkan telapak tangan sehingga semua harus saling membantu.

“Ada pedagang yang sudah punya kios di dalam pasar tapi dijual, lalu mereka jualan di pinggir jalan, lalu minta kios lagi.  Kalau tidak diakomodir pemerintah yang disalahkan kan”, kata Dedy.

“Meskipun pemerintah menata pedagang pasar sebaik mungkin, namun masih banyak persoalan yang harus di perhatikan,” sambung Dedy

“Masalah pemilik SPT parkir yang di duga dijual belikan dan disewakan untuk pedagang juga harus menjadi perhatian dan pemilik SPT wajib paham dengan fungsi  lahan parkir jangan di sewa kan untuk  berjualan,” tegas Dedy.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindag Kota Bengkulu, Dewi Dharma mengatakan bahwa alasan lain kenapa pedagang enggan jualan di dalam karena masih adanya oknum yang menjual dan menyewakan lahan parkir kepada pedagang. Menyikapi itu, Pemkot sudah membentuk tim bersama OPD terkait untuk menyelesaikan persoalan pasar Panorama ini.

“Banyak pedagang yang tidak bisa kita ajak ke dalam karena ada lahan parkir yang diperjual belikan. Kami sudah buat suatu kesepakatan untuk melakukan kerja bersama dengan OPD terkait, yakni bersama Satpol PP, LH, PBK, PUPR, dan kecamatan dibantu satgas yang sudah diberikan mandat wawali untuk membantu kita dalam penataan pasar,” jelas Dewi.

Dikatakannya, tim mulai bekerja sejak akhir Desember 2019. “Alhamdulillah sampai saat ini kita sudah menata pasar dengan baik. Kini pasar tidak terkesan jorok dan kumuh. Kita juga sudah membangun auning untuk pedagang dan juga ada pengerasan tempat yang selama ini becek sekarang bisa untuk penampungan pedagang yang belum dapat tempat,” kata Dewi.

Dalam penataan pasar, lanjut Dewi Disperindag memang tidak bisa sendirian. Dari OPD-OPD terkait yang dilibatkan, menurut dia dinas PUPR lah yang menjadi tombak untuk membantu Disperindag menata pasar. Yakni dalam hal pengerasan lahan dan pembangunan 130 auning. “Dari lahan dan auning itu Insya Allah kita bisa tampung semua pedagang ikan, ayam daging,” demikian Dewi. (Rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Pewarta : Heryandi Amin dan Eki Kurnia

About Budiman

Baca Juga

Tingkatkan PAD, Bapenda Lakukan Penagihan Rutin PBB hingga Hotel dan Restoran Wajib Pajak

Bengkulu, InfoPublik – Dalam upaya mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajakan. Badan Pendapatan …