Bengkulu, InfoPublik – Suasana siang yang terik di sebuah kontrakan sempit dan lusuh menyerupai gubuk di kawasan Kecamatan Ratu Samban mendadak berubah menjadi penuh haru.

Air mata Mbah Tukiyem, seorang lansia kurang mampu, tak membendung kala rombongan besar pejabat tinggi Kota Bengkulu mendatangi kediamannya yang tak layak huni.

Langkah kaki itu dipimpin langsung oleh Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Pj Sekda Medy Pebriansyah, Kadinsos Afriyenita, Kadis Dukcapil Widodo, Camat Ratu Samban Novi Wahyudi, pimpinan Baznas, serta jajaran kelurahan setempat, sang Walikota datang bukan sekadar untuk meninjau, melainkan membawa seberkas keadilan yang sempat terenggut.

Mbah Tukiyem sebelumnya sempat viral di jagat maya setelah nasib malangnya terungkap. Kartu Keluarga (KK) miliknya dimanipulasi dan ditumpangi oleh nama anak seorang Aparatur Sipil Negara (ASN).

Imbas manipulasi sepihak tanpa izin ini sangat fatal: hak bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) yang menjadi talian hidup Mbah Tukiyem diputus dan dihapus begitu saja.

Melihat kondisi warganya yang memprihatinkan akibat ulah oknum ASN tersebut, Walikota Dedy tidak gengsi untuk merunduk dan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam langsung di hadapan Mbah Tukiyem.

“Kita datang ke rumah Mbah Tukiyem. Mbah ini yang kemarin sempat viral karena di KK-nya ditumpangi ada anak ASN, dampaknya hak PKH Mbah ini terhapus. Maka hari ini saya selaku Walikota minta maaf kepada Mbah Tukiyem karena dampak dari KK-nya ditumpangi tersebut PKH-nya diputus,” ujar Dedy.

Namun, di balik musibah ini, Dedy melihat ada ketetapan Tuhan yang menuntunnya untuk membela hak warganya.

“Dinas Sosial sudah memproses untuk data awal semuanya, dan ini hikmahnya banyak. Apa hikmahnya? Karena Mbah ini kemarin viral kemudian ada juga terkait dengan Pemkot, saya digerakkan Allah untuk datang ke rumah Mbah ini. Ini orang tua kita, semua di kota ini, orang tua para lansia siapapun itu, Walikota insyaallah akan selalu membuatnya bahagia. Nah, Mbah kira-kira Mbah bahagia enggak sekarang?” tanya Walikota.

“Bahagia” jawab Mbah Tukiyem lirih, menyeka air matanya.

“Bahagia? (Tetawa) alhamdulillah. Jadi semua sudah clear,” sambung Dedy.

Kasus yang mencederai rasa keadilan ini tidak dibiarkan menguap begitu saja. Walikota menegaskan bahwa pihak Inspektorat serta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah bergerak cepat melakukan investigasi mendalam atas instruksi Sekda. Hasilnya, ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum Lurah Anggut Dalam.

“Kemarin Pak Sekda melalui Inspektorat, BKPSDM saya minta untuk melakukan investigasi. Dan hasilnya memang ditemukan pelanggaran administrasi, pelanggaran disiplin ASN karena Lurah tersebut memasukkan tanpa izin dari Mbah, dan terdampak dengan Mbah-nya hilang haknya,” tegas Dedy.

Namun, disini Pemerintah Kota Bengkulu memastikan Mbah Tukiyem tidak akan kelaparan atau telantar selama proses pemulihan data berjalan. Untuk sementara, bantuan darurat berupa sembako disalurkan melalui Dinas Sosial dan Baznas Kota Bengkulu guna menutupi kerugian yang dialami sang nenek.

“Dan Mbah tidak terdampak secara langsung, maksudnya yang dirugikan tersebut dihandle oleh Baznas, ini dibantu Baznas. Kemudian Dinas Sosial juga turun, sama-sama kita kawal dan insya allah sesegera mungkin Mbah akan aktif lagi KK PKH-nya,” tutup Walikota.

Kontrakan lusuh itu kini tidak lagi terasa dingin. Kehadiran keadilan dan ketegasan pemerintah daerah telah mengembalikan secercah harapan bagi kehidupan Mbah Tukiyem ke depan. (**)

error: Content is protected !!