Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus memacu pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang diproyeksikan menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan.

Meski ada sejumlah kendala teknis di lapangan, proyek strategis ini dipastikan tetap berjalan dengan berbagai opsi solusi.

Hingga saat ini, tercatat sebanyak 25 titik koperasi masih dalam tahap pembangunan (on progress). Akibat kendala tersebut, target awal penyelesaian yang semula dipatok rampung pada April 2026 terpaksa mengalami penyesuaian jadwal.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu Nelawati mengungkapkan, tantangan utama dalam merealisasikan total 67 titik yang direncanakan adalah aspek ketersediaan lahan. Banyak lokasi yang belum memiliki lahan siap bangun, sementara di titik lain, luas lahan yang tersedia belum memenuhi standar minimal sebesar 600 meter persegi.

“Memang awalnya ditargetkan selesai April, namun karena beberapa kendala teknis, terutama soal lahan, jadwalnya harus kita sesuaikan,” ujar Nelawati.

Menyikapi hal tersebut, Pemkot tidak tinggal diam. Saat ini, pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif agar pembangunan tidak mangkrak. Salah satu opsi yang mengemuka adalah penggunaan lahan sewa serta kemungkinan relaksasi regulasi terkait standar luas lahan minimal.

“Kami sedang mengkaji opsi penggunaan lahan sewa atau penyesuaian aturan luas lahan minimal agar pembangunan koperasi ini tetap bisa berjalan di tahap berikutnya,” tambahnya.

Nelawati menegaskan, program KDKMP ini bukan sekadar proyek fisik bangunan, melainkan instrumen besar untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan adanya koperasi di setiap kelurahan, diharapkan kemandirian ekonomi warga dapat lebih cepat terwujud.

“Ini adalah upaya memperkuat ekonomi masyarakat. Kami tetap optimistis, dengan dukungan semua pihak, program ini bisa terus kita dorong hingga tuntas dan menjadi pilar utama penguatan ekonomi di setiap wilayah,” tutupnya. (**)

error: Content is protected !!