Senin , 10 Desember 2018
Beranda / Bengkulu / Menggapai Cita-cita Tak Terbatas dari Barang Bekas

Menggapai Cita-cita Tak Terbatas dari Barang Bekas

Meraih cita-cita melalui pendidikan adalah impian semua orang. Tetapi, tidak semua mampu membiayai pendidikan anak-anaknya dikarenakan keterbatasan ekonomi. Tak banyak orangtua harus kandas menyekolahkan anaknya hingga tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) karena ketiadaan biaya. Namun, hal itu tidak berlaku bagi Darpin Tati (56) yang sampai saat ini masih menyekolahkan anaknya melalui hasil berjualan barang bekas.

Bagaimana Kisahnya?

Berikut laporan Tim Media Center Kota Bengkulu Ernel Qorazon

Sepintas, tak ada yang istimewa dari rumah Darpin Tati (56) yang berlokasi di RT. 05, RW 01, Kelurahan Sumur Dewa Kota Bengkulu, di halaman depan rumahnya yang berukuran 2 meter x 3 meter itu hanya terlihat tumpukan kardus bekas. Tapi siapa sangka, dari kardus berkas yang ia kumpuli dan dijual itu, Darpin Tati janda beranak satu itu menyekolahkan anaknya dari Sekolah Dasar (SD) hingga sekarang kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Profesi menjual barang bekas yang ia geluti sejak puluhan tahun itu ia lakukan dengan penuh suka cita, tak pernah ada kata mengeluh demi membiayai pendidikan anak semata wayangnya agar kelak menjadi orang yang sukses.

“Secara rutin, seusai salat subuh hingga jam 11 siang, saya mencari barang bekas disekitaran Kelurahan Sumur Dewa dan Pagar Dewa, kemudian saya bawa pulang,” kata Darpin dengan gagap ketika ditemui dikediamannya, Rabu (2/5/2018).

“Sampai di rumah, barang bekas yang masih bisa dijual saya pisahkan. Setelah itu, barang bekas dijual ke tempat penampungan barang bekas di Pagar Dewa,” ceritanya.

Janda yang hanya tamat kelas 2 SD itu pun mengaku dari penjualan barang bekasnya dalam satu hari ia memperoleh Rp10 ribu hingga Rp13 ribu. Dari uang itulah dirinya ia memenuhi kebutuhan hidup dan membiayai ongkos naik Angkutan Kota (Angkot) anaknya ke sekolah.

“Penghasilan tidak menentu, kadang-kadang Rp10 ribu, terkadang Rp13 ribu,” kata Darpin yang juga mengalami disabilitas itu.

Meskipun demikian, Darpin Tati merasa terbantu menyekolahkan anaknya yang bernama Pipin karena mendapat bantuan dari pemerintah.

“Saat Pipin di bangku SD, ia mendapat Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan sekarang mendapat bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP),” ujarnya.

Di sisi lain, Pipin, yang kesehariannya pendiam menuturkan cita-citanya ingin melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

“Tamat SMP saya mau lanjut ke SMK jurusan tata busana,” kata Pipin yang saat ini sekolah di SMP Terbuka, Kecamatan Gading Cempaka.

Keinginan kuat Pipin untuk masuk di Jurusan Tata Busana cukup beralasan. Melalui jurusan itu, ia menginginkan memiliki keterampilan menjahit.

“Saya ingin sekali punya keterampilan menjahit. Agar suatu saat nanti saya bisa mencari uang dari keterampilan tersebut sehingga bisa membantu orangtua,” ujarnya. (**)

Editor : Nugroho

Tentang Nugroho Tri Putra

Check Also

Pemkot Bengkulu Optimalisasikan Zakat ASN

Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota mengelar rapat …

%d blogger menyukai ini: