Kamis , 21 November 2019
Home / Opini Masa / Kenapa Saya Malas Masuk Mall Tapi Semangat Masuk Masjid?

Kenapa Saya Malas Masuk Mall Tapi Semangat Masuk Masjid?

Kenapa Saya Malas Masuk Mall Tapi Semangat Masuk Masjid?

Saeed Kamyabi*

Karena di Masjid ada manajemen, sedangkan di Mall gak ada manajemen. Masuk Masjid disambut senyum oleh satpam, dibukain pintu oleh receptionist, ditunjukin tempat wudhu, di kamar mandi tersedia sikat gigi, sabun dan shampoo.

Abis mandi tersedia handuk, hairdryer, cermin besar, sisir dan minyak wangi.

Sebelum sampai di ruang sholat tersedia minuman, makanan dan buah-buahan.

Bahkan ada dapur, kitchen set dengan microwave. Kopi, gula, teh, susu senantisa tersedia gratis.

Jangankan parkir dan titip sandal, internet pun gratis, gak pake password.

Ruang sholat lelaki dan wanita pintunya berjauhan. Gak ada peluang saling melirik apalagi saling senggol.

Jika ingin langsung ke ruang sholat, pintu kaca terbuka otomatis.

Aroma wewangian semerbak menyerbu dari dalam ruangan.

Udara nan sejuk, pencahayaan serasi, rak Qur’an yang indah, bentuk mimbar sesuai sunnah, suara speaker yang pas membuat rugi rasanya kalau gak bisa khusyuk dalam sholat.

Menginjak karpetnya yang empuk dan bersih serasa melayang di atas awan. Gak nampak ada kenclengan untum meletakkan uang receh, tapi laporan pemasukan dan pengeluaran operasional selalu transparan.

Setiap orang yang datang saling senyum, saling menyapa, saling tukar cerita bahkan saling berbagi makanan hasil masakan isteri.

Jika ada yang sakit rame-rame menjenguk. Ada yanh mau menikah diurusin betul oleh panitia di masjid. Ada yg nganggur bisa lihat lowongan kerja di Billboard.

Setiap jumpa saling mengajak kebaikan. Ada yg sakit tersedia obat, ada yg pegel tersedia kursi pijit bahkan tukang pijit. Ada yang ngantuk tersedia bantal tilam dan ruang tidur.

Ta’lim masail dilaksanakan setiap ba’da subuh di depan mimbar. Untuk ta’lim masa’il tersedia ruang khusus yang terpisah untuk lelaki dan wanita. Ruang belajar ngaji anak-anak tertata tapi.

Siapa yang gak hadir sholat berjamaah didatangi, bukan di WA.

Lingkungan penuh dengan kasih sayang, saling memuliakan.

Taman yang indah, menghiasi pekarangan masjid. Tersedia toko-kedai aneka keperluan masyarakat sekitar masjid sehingga tidak perlu pergi jauh-jauh untuk belanja sembako.

Keluar dari masjid, sandal sudah tertata rapi menghadap keluar, sehingga tinggal pake terus melangkah, gak berdesak-desakan.

Itulah yang menyebabkan saya semangat untuk datang ke masjid, males lah datang ke Mall.

Di Mall, kunci pagar digembok, eh… ada pintu kecil di samping pake slot. Ada keranda jenazah pula di situ besinya sdh berkarat, kain ijonya sdh sobek… Hmhm males lah aku ke Mall…

Kepahiyang, 19 Oct 2019

*Penulis adalah Pengurus Gerakan Memakmurkan Satu Juta Masjid (Gemasajid) Indonesia

About Nugroho Tri Putra

Baca Juga

Apa Saja Kerja Helmi – Dedy Dalam Tahun Pertama Menjabat? (Part I)

Tepat 24 September 2018, Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dilantik …