Sabtu , 24 Oktober 2020
Home / Wisata / Kelola dan Tata Pantai Panjang, Pemkot dapat Apresiasi dari Berbagai Pihak

Kelola dan Tata Pantai Panjang, Pemkot dapat Apresiasi dari Berbagai Pihak

Bengkulu, InfoPublik – Penggiat Wisata Provinsi Bengkulu, Khrisna Alesa mengatakan bahwa masalah pengelolaan dan penataan pantai panjang sebenarnya adalah tanggung jawab bersama, termasuk pemerintah baik itu provinsi maupun kota. Ia berharap pemprov atau pemkot kerja sama untuk menjadikan pantai panjang yang bersih, rapi dan indah.

Seperti yang dilakukan oleh pemerintah Kota Bengkulu yang sudah memasang semua lampu jalan di sepanjang kawasan pantai panjang. “Siapapun yang mengelola dan menata dengan benar pasti kita dukung,” ujarnya.

Khrisna Alesa merupakan penggiat Wisata Bengkulu.

Namun ia berharap pemkot dalam melakukan penataan dan pengelolaan pantai panjang tetap mengacu kepada estetika pariwisata dan sapta pesona pariwisata. Mengenai tindakan pemkot yang memutuskan untuk mengambil alih pengurusan dan pengelolaan serta penataan pantai panjang, menurut dia bagus.

“Semakin cepat diputuskan mengenai pengelolaan pantai panjang ya semakin baik, karena selama ini memang seakan-akan pantai itu tidak bertuan. Yang penting, siapa pun yang mengelola, benar-benar harus menata dan mengelola dengan baik. Landasan hukum tata kelola daerah pantai dan pesisir kan ada, tinggal mengacu kepada perundang-undangan yang berlaku saja, kota punya perda kebersihan, ya harus di tegakkan. Kebersihan kan sebagian dari iman,” kata Khrisna.

Diwawancarai terpisah, Pengamat Pariwisata Provinsi Bengkulu, Suparhim juga mendukung pemkot melakukan penataan dan pengelolaan pantai panjang. Sebab kata dia bila antai panjang bersih dan rapi bisa menjadi daya tarik dan berdampak kepada kesejahteraan masyarakat juga.

Suparhim, Pengamat Pariwisata Bengkulu

“Yang penting pemerintah sinkronisasi dan sinergi. Harus ada payung hukum perda nya juga. Siapa dan berbuat apa. Kalau pemkot serius, yang paling utama harus dibenahi adalah sampah. Saat ini masih kacau. Kemudian asap. Pemkot harus melarang pedagang membakar sampah di sana. Kemudian baru penataan. Kalau sudah ditata menarik kan wisatawannya datang. Ini potensinya besar loh,” demikian Suparhim.(Rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Pewarta : Eki Kurnia
Editor : Nugroho

About Budiman