Bengkulu, InfoPublik- Pada bulan Maret 2026, di kota Bengkulu terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,52 persen, inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,10 persen, dan deflasi year to date (y-to-d) sebesar 0,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 108,91.
Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati pada kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Maret 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Rabu (1/4/2026).
Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,59 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,40 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 7,07 persen; kelompok transportasi sebesar 1,42 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,26 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,09 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 1,76 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 10,06 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,63 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,09 persen; dan kelompok pendidikan sebesar 8,31 persen.
Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain tarif listrik, emas perhiasan, daging ayam ras, ikan dencis, dan Sigaret Kretek Mesin (SKM).
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok pendidikan sebesar 0,51 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain Sekolah Menengah Atas, cabai merah, bensin, tarif rumah sakit, dan bawang putih.
Penyumbang utama inflasi m-to-m adalah kelompok makanan dan minuman/restoran dengan andil sebesar 0,06 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain daging ayam ras, bakso siap santap, bensin, Sigaret Kretek Mesin (SKM), dan angkutan antar kota.
Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,05 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain cabai merah, angkutan udara, emas perhiasan, popok bayi sekali pakai/diapers, dan bawang merah.
Turut mengikuti dalam kegiatan ini, dinas terkait, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa. (MCKB rls)
