Selasa , 31 Maret 2020
Home / Opini Masa / Helmi Hasan, Walikota Fenomenal yang Ajak Warganya Masuk Surga Ramai Ramai

Helmi Hasan, Walikota Fenomenal yang Ajak Warganya Masuk Surga Ramai Ramai

Oleh : Nugroho Tri Putra*

Luar Biasa! Kalimat ini pantas disematkan kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan, Ia mengajak warganya masuk surga ramai – ramai. Ya, masuk surga! Melalui hafal 40 hadits.

Walikota yang konsen memakmurkan rumah ibadah ini selalu punya ide yang menarik. Salah satunya dengan memakmurkan rumah ibadah untuk semua agama dan masjid buka 24 jam. Melalui gerakan menghafal hadits juga Helmi Hasan ingin umat Islam di Bengkulu diselimuti kebaikan – kebaikan agar terwujud visi Kota Bengkulu religius dan bahagia.

Program ini layak diapresiasi, ini pertama dan satu satunya Walikota di Indonesia mengajak warganya masuk surga ramai – ramai melalui menghafal 40 hadits. Mengapa 40 hadits? Dalam beberapa kesempatan bertatap muka dengan masyarakat, Helmi Hasan mengungkapkan, hafal 40 lagu tidak ada jaminan masuk surga, hafal 40 bahasa juga tidak ada jaminan masuk surga, tetapi hafal 40 hadits Insya Allah akan masuk surga dari pintu mana saja.

Tentu program yang telah diluncurkan akhir desember 2019 ini bukan hanya retorika belaka. Secara perlahan tapi pasti, gerakan menghafal hadits yang dimulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu ini telah mengedukasi para ASN, PTT, pelajar hingga warga untuk hafal 40 hadits. Para ASN yang dulunya belum hafal hadits saat ini telah hafal minimal 10 hadits, bahkan 40 hadits. Begitu juga para PTT, bahkan pelajar pelajar tingkat Sekolah Dasar juga hafal 40 hadits ini terlihat saat Walikota Helmi Hasan didampingi Wakil Walikota Dedy Wahyudi memanggil beberapa pelajar untuk membacakan 40 hadits disela sela pengundian hadiah saat Jalan Santai Hidayah, Minggu (23/2/2020) di Masjid At Taqwa, Kelurahan Anggut Atas.

Tidak hanya itu, nuansa religi pun terus dibangun di Kota Bengkulu, masjid buka 24 jam, tamu wajib dilayani, masjid dibuat senyaman mungkin, disajikan minuman teh, kopi dan buah-buah segar. Helmi Hasan memiliki alasan yang logis kenapa masjid di Kota Bengkulu harus buka 24 jam. Helmi Hasan mengatakan, jika hotel hotel, pasar dan SPBU bisa buka 24 jam kenapa masjid tidak buka 24 jam? Bukankah masjid adalah tempat terbaik untuk berdoa dan meminta ridho dari Allah SWT. Paradigma ini yang membuat Helmi Hasan gencar menyosialisasikan agar masjid di Kota Bengkulu buka 24 jam, bahkan Helmi Hasan telah mengeluarkan Surat Edaran agar masjid buka 24 jam sejak tanggal 26 Juli 2019 lalu.

Ini adalah tujuan yang sangat mulia, mengajak warga memakmurkan masjid sama dengan mengajak warga masuk surga beramai – ramai. Begitu juga melalui Gerakan Peduli Yatim, mulai dari Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah, Kepala Dinas hingga pejabat eselon IV di Pemkot Bengkulu menjadi orangtua asuh atas anak anak yatim dari keluarga tidak mampu yang ada di Kota Bengkulu. Program yang telah berjalan ini secara implisit mengajak para ASN untuk berinvestasi amal di surga.

Begitu juga dengan Gerakan Peduli Siswa (GPS), gerakan mengumpulkan uang dari siswa untuk siswa ini layak diapresiasi, Walikota Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi hanya menginisiasi agar lahir gerakan untuk menolong siswa yang tidak mampu dari uang jajan teman siswanya sendiri. Ternyata, program ini menjadi primadona, siswa siswa di sekolah mengumpulkan minimal Rp1000 rupiah setiap minggunya untuk membantu teman mereka, di antaranya dengan memberikan sepeda bagi siswa yang tidak memiliki kemampuan ekonomi.

Program GPS ini mengajarkan siswa untuk saling peduli sesama, ini langkah kecil tetapi memberikan manfaat yang besar. Terbaru, program 1001 janda yang akan diluncurkan oleh Walikota Helmi Hasan, janda janda warga Kota Bengkulu akan mendapat sentuhan dari pemerintah, ini juga investasi akhirat. Helmi Hasan tak ingin janda janda di Kota Bengkulu khususnya yang tidak berkemampuan ekonomi tidak mendapat perhatian. Menurutnya, memberi perhatian pada janda salah satunya dengan cara menafkahi. Meskipun menafkahi, bukan berarti harus menikahi, tetapi bagaimana pemerintah memberi perhatian kepada janda janda agar para janda turut merasa bahagia.

*Penulis adalah Alumnus Program Beasiswa S2 Dalam Negeri Kementerian Kominfo RI,

Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, pada Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kota Bengkulu.

About Nugroho Tri Putra

Baca Juga

HELMI HASAN DI MATA RAKYAT (4)

  Responsif Walikota Bengkulu Lindungi Warga Dari Virus Covid-19 Oleh : Eko Agusrianto Pemimpin memiliki …