Rabu , 14 November 2018
Home / Bengkulu / Bengkulu Sepakat Perangi Hoax Pemecah Belah Umat

Bengkulu Sepakat Perangi Hoax Pemecah Belah Umat

BENGKULU – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, hingga saat ini Polri, Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Pemerintah gencar melakukan gerakan anti hoax (berita bohong) pemecah belah umat hingga ke daerah-daerah. Tak terkecuali di Bengkulu.

Di Bengkulu, MUI Bengkulu bersama Polisi Daerah (Polda) Bengkulu, Pemprov, Pemkot dan unsur terkait menyatakan komitmennya untuk memberantas Hoax dan Hate Speech (ujaran kebencian-red) yang dapat memecah belah kebhinekaan bangsa. Hal ini dilakukan dalam Gerakan Anti Hoax di Gedung STQ Kota Bengkulu, Rabu (14/3/2018).

“Fatwa Hoax adalah haram hukumnya, intelektualitas umat di kaburkan dengan berita-berita Hoax, tentunya hal ini yang dapat merusak tatanan bernegara dan memecah belah umat,” kata Ketua MUI Provinsi Rohimin saat memberikan sambutan.

Hal yang sama juga dikatakan Rektor IAIN Sirajuddin dirinya menyampaikan, berita-berita Hoax sudah sangat gencar di masa sekarang.

“Hadist saja sudah dipalsukan, pelakunya sekarang sebagian adalah muslim. Cara yang paling efektif adalah tabbayun, klarifikasi dulu apakah ini benar atau tidak, teliti, periksa, dan jangan cepat ambil tindakan,” pesan Sirajuddin.

Selain itu, seorang ulama KH Tengku Ali Muhammad Husein, dalam kesempatan ini sangat mengapresiasi Gerakan Anti Hoax, menurutnya ini bukti kesejukan umat.

“Insya allah Bengkulu menjadi contoh untuk provinsi lain, dirinya mencontohkan Rasullah Nabi Muhammad SAW tegas dan keras terhadap kebatilan, penyebar-penyebar hoax adalah perbuatan maksiat,” katanya.

Diakhir Kegiatan, Kapolda Bengkulu Brigjen Pol Coki Manurung mengungkapkan ada 171 pemilihan kepala daerah di tahun ini.

“Pesta demokrasi sedang berjalan, ancaman-ancaman Hoax masuk baik ke pribadi dan institusi, tapi kita bersyukur tidak ada tindak kekerasan terhadap ulama di Bengkulu, ini bukti sinergitas kita kuat,” ungkap Coki.

Dirinya menegaskan perintah Kapolri untuk jaga para ulama, bulan Agustus kita akan memasuki tahapan Pilpres.

“NKRI harga mati, jangan sampai kita terpecah belah dengan Hoax, sikap kita yakni siap memeranginya,” tutup Coki.

Tampak pula hadir, Plt. Gubernur, Penjabat Walikota, Danrem, Dandim, DPRD Provinsi dan Kota, Kapolres, Tokoh Agama, BKMT, Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS), Dewan Pimpinan masjid, Rektor Universitas Negeri dan Swasta Bengkulu dan undangan lainnya. (rilis/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Pewarta : Hery
Fotografer : Ernel
Editor : Nugroho

About Hery Ferdinand

Check Also

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat Bengkulu, InfoPublik …