Rabu , 14 November 2018
Home / Bengkulu / Bawaslu Gelar Deklarasi Lawan Politik Uang Dan Politisasi Sara Di Pilkada 2018

Bawaslu Gelar Deklarasi Lawan Politik Uang Dan Politisasi Sara Di Pilkada 2018

Bengkulu – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menyatakan komitmennya untuk menolak dan melawan politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA) dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018. Komitmen itu dinyatakan dalam Deklarasi serentak Se-Indonesia yang disampaikan di Sport Center Pantai Panjang Kota Bengkulu.

“Komitmen ini menjadi kunci bagi kita semua untuk secara bersama-sama menciptakan setiap tahapan Pilkada 2018 bebas dari pengaruh politik transaksional dan penggunaan SARA dalam kampanye Pilkada,” kata Ketua Bawaslu Provinsi Bengkulu, Parsadaan Harahap SP, M.Si saat membuka Deklarasi, Bengkulu, Selasa, (14/2).

Dia mengatakan, politik uang dan politisasi SARA adalah hambatan dalam mewujudkan Pilkada yang berkualitas. Menurutnya, semua elemen bangsa terutama yang terlibat dalam kepemiluan harus menyatakan perlawanan pada politik uang. Oleh karena itu, praktik politik uang menciptakan potensi tindakan korupsi dalam penyelenggaraan pemerintah daerah.

“Dalam Proses Pemilihan Walikota bulan Juni nanti, mari kita tinggalkan politik uang karena akan mejadi problem besar setelah terpilih nanti,” tegas Parsadaan.

“Sedangkan, politisasi SARA berpotensi mengganggu persaudaraan dalam negara kesatuan Indonesia,” Imbuhnya.

Penjabat Walikota Bengkulu Budiman Ismaun dalam Arahan menyampaikan rasa syukur dan bahagia deklarasi ini di gelar, kegiatan ini dapat menjadi renungan dan bisa kita kerjakan bersama.

“Tugas saya menjaga netralitas ASN dan meningkatkan Partisipasi Pemilih,” Papar Penjabat Walikota.

Kandidat pasangan calon diharapkan tidak memberi uang kepada masyarakat.

“Embrio korupsi pemerintahan adalah berawal dari Pilkada ini,” tambahnya.

Mari kita sambut pesta demokrasi dengan aman dan tertib, “dari rencana awal kita baik mudah-mudahan hasilnya juga baik,” Tutup Penjabat Walikota.

Selain itu, Kepala Divisi pencegahan Antar Lembaga Bawaslu Fatimah Siregar, mengajak masyarakat memilih pemimpin yang mewakili suara rakyat.

“Salurkan, Awasi Suara kita untuk 5 tahun Kedepan, bersama Bawaslu integritas Pemilu dapat di tegakkan”, Ucap Fatimah.

Sambungnya, Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan sudah menjadi identitas negara kita hal ini tidak bisa di hindari, Pentalahgunaan SARA akan berdampak negatif bagi Perpecahan tatanan masyarakat.

“rekam jejak, visi misi, adalah tolak ukur kita memlilih pemimpin,” Pungkas Kadiv Bawaslu.

Tampak Hadir pantauan Media Center Unsur FKPD Provinsi Kota, Bawaslu Provinsi Kota, KPU Provinsi Kota, Panwascam Se Kota, Kapolres Kota, Danlanal, General Manager Media Cetak Elektronik, dan 4 pasangan Calon Walikota Bengkulu.

 

About Hery Ferdinand

Check Also

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat Bengkulu, InfoPublik …