Bengkulu, InfoPublik – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan.
Imbauan ini diterbitkan menyusul kondisi cuaca ekstrem berupa angin badai yang melanda wilayah Kota Bengkulu dan sekitarnya beberapa hari terakhir serta imbas kebakaran yang terjadi di SMPN 19 diduga karena percikan api dari aktivitas pembakaran di luar sekolah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bengkulu Yuliansyah menegaskan, aktivitas membakar sampah di ruang terbuka pada situasi cuaca seperti ini sangat berbahaya dan berpotensi memicu bencana kebakaran besar.
“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan membakar sampah dalam kondisi cuaca ekstrem dan angin kencang seperti sekarang ini. Percikan api dari bakaran tersebut dikhawatirkan akan terbang terbawa angin dan membakar barang lain atau menyambar bangunan di sekitarnya,” jelas Yuliansyah, Sabtu (25/7/26).
Ia menambahkan, embusan angin kencang dapat membuat api kecil yang semula terkontrol menjadi cepat membesar dan meluas di luar kendali dalam hitungan menit. Faktor kelalaian manusia dari hal-hal kecil dinilai masih menjadi pemicu utama beberapa rentetan kasus kebakaran lahan maupun properti di Kota Bengkulu akhir-akhir ini.
Selain melarang pembakaran sampah, pihak Damkar juga meminta masyarakat untuk memastikan kompor di dapur sudah benar-benar mati sebelum meninggalkan rumah dan menghindari pembuangan puntung rokok secara sembarangan di area rumput kering.
Apabila masyarakat melihat adanya percikan api atau potensi kebakaran yang mulai tidak terkendali, warga diimbau untuk segera menghubungi pusat bantuan darurat atau posko pemadam kebakaran terdekat agar dapat langsung ditangani secara cepat dan tepat. (**)
