Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) di SMPN 19 Kota Bengkulu tetap berjalan normal.
Kepastian ini disampaikan pasca insiden kebakaran yang menghanguskan tujuh ruangan di sekolah tersebut.
Kepala Dikbud Kota Bengkulu Ilham Putra menegaskan, pihak sekolah telah diminta untuk segera melakukan pengaturan ruang kelas. Langkah ini diambil agar hak belajar para siswa tidak terganggu akibat musibah tersebut.
“Meski bangunan terjadi kebakaran tapi proses pembelajaran tetap dilakukan seperti biasa dan kami minta pihak sekolah untuk mengatur sehingga para siswa tetap bisa menerima pelajaran,” ujar Ilham, Sabtu (25/7/26).
Kebakaran tersebut dilaporkan melahap tujuh ruangan, yang terdiri dari enam ruang kelas belajar dan satu ruangan gudang milik SMPN 19 Kota Bengkulu.
Beruntung, insiden terjadi saat kondisi sekolah sudah sepi. Siswa diketahui sudah pulang dan tidak ada lagi aktivitas di area sekolah. Hingga saat ini, total kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.
Mengenai pemicu kebakaran, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bengkulu, Yuliansyah mengungkapkan, api diduga kuat berasal dari luar lingkungan sekolah. Percikan api dari aktivitas pembakaran di luar pagar kemudian menyambar bagian bangunan yang sensitif.
“Kita menerima laporan kemudian langsung melokalisir area dan berjibaku memadamkan api. Dugaan sementara api disebabkan adanya pembakaran yang dilakukan di luar sekolah, dengan menimbulkan bunga api kemudian terbakar dan menyambar bangunan,” jelas Yuliansyah.
Api yang terbawa angin dilaporkan menyambar plafon gedung sekolah yang materialnya mudah terbakar, sehingga dengan cepat meluas ke tujuh ruangan.
Petugas Damkar Kota Bengkulu yang menerima laporan langsung bergerak cepat ke lokasi untuk melokalisir area agar api tidak merembet ke bangunan lain, sebelum akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya. (**)
