Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi atau yang akrab disapa Bang Dedy Wahyudi, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap infrastruktur kota.

Baru-baru ini, ia meninjau langsung kondisi jalan di kawasan pemukiman yang mengalami kerusakan parah akibat sering dilalui truk bermuatan berat.

​Dalam video yang diunggah, terlihat sebuah truk besar membawa muatan besi yang diperkirakan mencapai lebih dari 50 ton.

Kondisi ini sangat kontras dengan kapasitas jalan lingkungan yang sempit dan berdekatan dengan rumah warga. Akibat beban yang tidak sesuai kelas jalan tersebut, aspal tampak hancur dan berlubang besar di beberapa titik.

​Saat melakukan peninjauan, sempat terjadi diskusi antara Bang Dedy dengan seorang warga setempat. Warga tersebut berdalih bahwa kawasan tersebut masih dianggap sebagai “hutan” atau daerah sepi, sehingga truk besar bebas melintas.

Namun, Bang Dedy dengan tegas menyanggah pernyataan tersebut. “Ini kan kota, bukan hutan. Lihat sendiri jalannya hancur. Siapa nanti yang tanggung jawab memperbaiki kalau sudah begini?” ujarnya dalam video tersebut.

​Bang Dedy menekankan pentingnya regulasi yang ketat terkait tonase kendaraan yang masuk ke jalan pemukiman. Ia mengusulkan agar barang-barang berat tersebut dibongkar di depot atau gudang khusus di pinggir kota, kemudian didistribusikan menggunakan kendaraan yang lebih kecil ke lokasi tujuan.

​”Sistem drop barang ini sudah diterapkan di kota-kota besar seperti Jakarta. Harusnya di sini juga begitu, supaya jalan kita tidak cepat rusak,” tambahnya.

​Kegiatan ini mendapat respon positif dari warganet yang berharap pemerintah daerah lebih memperketat pengawasan terhadap truk-truk Over Dimension Over Load (ODOL) yang nekat masuk ke area perumahan demi menjaga keawetan fasilitas publik. (**)

error: Content is protected !!