Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kini tengah fokus melanjutkan program 1000 jalan mulus di wilayah tersebut, salah satunya proyek pembangunan Jalan Aru Jajar di Kelurahan Pekan Sabtu.

Dedy menyebutkan jalan kawasan tersebut sangat penting, karena merupakan salah satu akses utama menuju ke Balai Kota Merah putih yang menjadi kota baru.

Setelah pembangunan selesai pemerintah berencana akan mengubah nama jalan Aru Jajar menjadi Jalan Merah Putih.

Sebelumnya hal serupa juga pernah dilakukan pada Jalan regional Air Sebakul resmi berubah menjadi jalan Mayor (TNI) Boerhan Dahri.

Penamaan jalan Merah Putih ini untuk memperkuat identitas Kota Bengkulu sebagai daerah bersejarah, yakni merupakan tanah kelahiran Sang Saka Merah Putih yang dijahit Ibu Fatmawati (Putri Daerah, istri Presiden RI Ir Soekarno), sehingga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari perjalanan kemerdekaan bangsa.

“Ya, jadi suasana di sana akan berubah, orang tahu bandara di Kota Bengkulu yakni Fatmawati-Soekarno. Kemudian, keluar bandara itu disambut landmark Selamat datang di Kota Merah Putih. Dan di sebelahnya juga ada Jalan Merah Putih menuju ke Balai Kota Merah Putih,” jelas Walikota.

Untuk penerangan dan mempercantik kawasan tersebut di malam, pemerintah memasang 26 titik lampu jalan. Tiang lampu dipasang di tengah atau median jalan.

Diharapkan dengan dibangunnya jalan tersebut menjadikan kawasan tersebut lebih maju dan perekonomian masyarakat meningkat.

Ini wujud nyata kinerja pemerintah dan bagian dari pengembangan infrastruktur jalan dan prasarana transportasi yang bertujuan untuk menciptakan kenyamanan, keamanan, dan mendukung kegiatan ekonomi di suatu wilayah.

Hal ini juga merupakan wujud tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam pengelolaan fasilitas umum dan kelengkapan lalu lintas untuk masyarakat. (**)

Dok : PUPR Kota Bengkulu

By Novri

error: Content is protected !!