Bengkulu, InfoPublik – Suasana haru menyelimuti pertemuan antara Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dengan keluarga Pandi, warga Jalan Penantian, Kelurahan Pematang Gubernur.

Setelah memastikan keluarga yang sebelumnya tinggal seatap dengan kandang ayam tersebut mendapatkan hunian sementara yang layak, Dedy menaruh perhatian khusus pada masa depan pendidikan anak bungsu Pandi, Tika.

Tika diketahui telah putus sekolah akibat trauma mendalam setelah menjadi korban perundungan (bullying) dan dikucilkan oleh teman-temannya. Kondisi ekonomi keluarga dan tempat tinggal yang tidak wajar menjadi alasan Tika kerap mendapat perlakuan tidak menyenangkan di lingkungan sekolahnya.

Dalam pertemuan tersebut, Dedy berusaha membujuk Tika agar mau kembali mengenyam bangku pendidikan. Dengan nada bicara yang lembut dan mata yang berkaca-kaca, Dedy menjanjikan segala keperluan sekolah Tika akan dipenuhi oleh pemerintah.

“Sekolah lagi ya nak. Bapak belikan seragam baru, sepatu baru. Tika harus sekolah lagi ya nak,” ucap Dedy sembari meneteskan air mata, berusaha memberikan semangat kepada Tika yang tampak masih trauma.

Meski Tika sempat menunjukkan penolakan karena beban psikologis yang dialaminya, Pemerintah Kota Bengkulu menegaskan tidak akan membiarkan anak tersebut kehilangan hak atas pendidikan.

Dedy memastikan bahwa Tika akan tetap mendapatkan pendidikan melalui skema yang paling nyaman baginya. Jika trauma yang dialami Tika membuatnya belum siap kembali ke sekolah formal, pemerintah telah menyiapkan opsi Pendidikan Kesetaraan atau jalur Paket.

Langkah ini diambil agar Tika tetap memiliki ijazah dan masa depan yang lebih baik tanpa harus merasa tertekan oleh lingkungan yang pernah menyakitinya.

Aksi cepat tanggap ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan memastikan tidak ada anak di Kota Bengkulu yang putus sekolah karena kendala biaya maupun perundungan.(MCKB R.Novri)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!