Sabtu , 26 September 2020
Home / Bengkulu / Walikota Jelaskan Alasan Penyerahan Rasmie Perlu Diviralkan dan Didokumentasikan

Walikota Jelaskan Alasan Penyerahan Rasmie Perlu Diviralkan dan Didokumentasikan

Bengkulu,InfoPublik – Saat jadi narasumner di Radio Republik Indonesia (RRI), Sabtu (16/5/20), Walikota Bengkulu Helmi Hasan menjelaskan kenapa saat penyaluran bantuan beras dan mie (rasmie) perlu didokumentasikan dan diviralkan.

Ini merupakan salah satu pertanyaan yang ditanyakan oleh host RRI, Tirza kepada Helmi yang saat itu didampingi wawali Dedy Wahyudi.

“Kenapa perlu didokumentasikan dan diviralkan karena beras dan mie ini dibeli menggunakan uang negata yang merupakan dari uang masyarakat itu sendiri. Jangan sampai ada satu rupiah pun uang negara yang tidak bisa dipertanggungjawabkan,” jelas Helmi.

Jawaban ini menepis asumsi di masyarakat yang sebagian menganggap riya. Menurut Helmi, kebaikan-kebaikan itu memang harus diviralkan agar dicontoh oleh semua orang untuk kemudian juga berbuat kebaikan. Bukan sebaliknya, justru keburukan yang harus diviralkan.

“Karena ini uang negara, makanya kita libatkan semua stakeholder seperti kapinda, unsur LSM, Polres, Kodim, tokoh masyarakat, tokh agama kita ajak dan kita libatkan. Dan yang jadi komandannya dalam distribusi rasmie adalah ketua RT karena dia yang lebih tahu kondisi dan situasi warganya,” ujar Helmi.

Dalam live itu Helmi juga menjelaskan upaya Pemerintah Kita Bengkulu dalam mempertahankan ketahanan pangan di Kota Bengkulu dengan menggalakkan masyarakat menanam tanaman produktif agar saat terjadi kelangkaan pangan akibat dampak Covid-19, tidak ada masyarakat yang sampai kelaparan.

“Kita sudah lakukan penanaman umbi-umbian, tanaman untuk bumbu masak,, sayur-sayuran dan buah-buahan seperti peoaya, pisang dan lainnya yang panennya tidak memerlukan waktu lama. Ketika terjadi kelangkaan pangan, pemerintah ingin pastikan tidak ada masyarakatnya yang kelaparan,” kata Helmi.

Dedy Wahyudi yang mendampingi Helmi menambahkan, intinya pemerintah ingin mengajak masyarakat untuk mulai menanam.

“Tidak ada ketersediaan lahan bukan jadi alasan. Bisa menanam pakai ember. Kami ingin tidak ada warga Kota Bengkulu yang kelaparan di masa pandemi ini,” ujar Dedy.

Dalam dialog itu, Helmi dan Dedy juga menjelaskan soal program quick response yakni menyisiri warga yang belum dapat rasmie karena datanya tercecer.

Usai dialog, Helmi memberikan cenderamata berupa tongkat kepada Kepala RRI Bengkulu Eddy Ivan dan kemudian Eddy Ivan memberikan cenderamata juga kepada walikota.(Release/Media Center Kominfo Kota Bengkulu)

Pewarta : Eki Kurnia
Dokumentasi : Prenkki Oktawenda

About Eki Kurnia

Baca Juga

APBDP Digenjot, Belanja Langsung Dianggarkan Sebesar Rp 963 Miliar

Bengkulu,InfoPublik – Pembahasan APBD Perubahan tahun 2020 Kota Bengkulu masih digenjot dengan target bisa segera …