Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu terus menggencarkan upaya mitigasi untuk menekan angka penularan HIV/AIDS dan penyakit menular seksual (PMS) lainnya.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menginstruksikan seluruh camat, lurah, hingga ketua RT untuk memperketat pengawasan terhadap rumah kos di wilayah masing-masing.

Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan memastikan rumah kos tidak disalahgunakan sebagai tempat praktik prostitusi online.

Berdasarkan hasil evaluasi, aktivitas berisiko tanpa pengawasan di hunian sementara dinilai menjadi salah satu pemicu utama rantai penyebaran virus tersebut.

“Kita harus melakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap rumah kos. Saya meminta camat, lurah, dan RT untuk aktif memantau dan memastikan lingkungan mereka bebas dari praktik prostitusi online,” ujar Dedy, Selasa (24/2/26).

Ia menambahkan bahwa sebagian besar penghuni kos adalah pendatang dan kelompok usia produktif yang rentan terpapar perilaku berisiko.

Oleh karena itu, pendataan dan pemantauan berkala oleh perangkat wilayah menjadi kunci utama dalam deteksi dini dan pencegahan.

Selain pengawasan, Pemkot melalui Dinas Kesehatan bersama Satpol PP juga rutin menggelar kegiatanĀ skrining atau tes HIV/AIDSĀ langsung ke lokasi-lokasi yang dianggap rawan.

Sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan Kota Bengkulu yang lebih tertib, aman, dan sehat bagi seluruh warga.

“Jika semuanya bekerja bersama, saya yakin kita bisa menekan angka HIV di kota ini,” pungkasnya. (**)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!