Bengkulu,InfoPublik – Kabar gembira bagi seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) di Kota Bengkulu, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi Wahyudi berjanji akan menaikkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) khusus bagi para kapus di Kota Bengkulu.

Namun sebelum itu, Dedy mau melihat dulu kinerja para kapus apakah memang layak untuk dinaikkan TPP nya atau tidak. Bila tidak ada peningkatan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat maka rencana kenaikan TPP ditunda atau malah dibatalkan.

“Kemarin banyak juga kapus yang curhat soal TPP, jadi TPP kapus Insya Allah kita akan naikkan. Tapi tunjukkan dulu kinerjanya,” kata Dedy.

Mengenai nominal dan kapan akan mulai dinaikkan (TPP nya), Dedy belum mau memberitahu dengan alasan bahwa saat ini sedang digodok.

Ini disampaikan Dedy  seusai meresmikan gedung UPTD Puskesmas Penurunan sekaligus launching pelayanan IGD Puskesmas se-Kota Bengkulu 24 jam, Senin (26/5/25).

Hadir Asisten I Eko Agusrianto, staf ahli Walikota Rosminiarty, Kadis Dinkes Joni Heriadi SKM, Kepala Bappeda Medy Pebriansyah, Sekwan Saipul Afandi, Kadis Damkar dan Penyelamatan Yuliansyah, Kaban Kesbangpol Soni, Kadis Dukcapil Widodo, Kadispora Sutapa dan Seluruh Kepala Puskesmas.

Dedy apresiasi kepada Dinas Kesehatan Kota Bengkulu atas dibangunnya gedung baru UPTD Puskesmas Penurunan yang menurutnya begitu megah, bahkan lebih bagus daripada kantor dinas kesehatan. Ke depan ia ingin seluruh gedung puskesmas seperti gedung puskesmas penurunan.

Namun gedung yang megah, kata Dedy juga harus beriringan dengan pelayanan yang bagus. Sebab percuma kalau gedung dan sarana prasarana bagus namun pelayanannya buruk.

“Bangunan yang megah juga harus diiringi dengan pelayanan yang baik dan maksimal. Kepada ibu kapus, pelayanan di sini harus selaras dengan bangunannya. Jangan sampai nanti mencuat ada masyarakat yang kecewa dengan pelayanan. Kepada Ibu-ibu pegawai puskesmas penurunan tolong layani dengan hati,” pesan Dedy.

Kadis Dinkes Kota Bengkulu Joni Hariyadi memaparkan, Puskesmas Penurunan dibangun tahun 2024. Sebelumnya puskesmas ini sangat tidak layak, ketika datang musim hujan rawan banjir dan bangunannya banyak yang rusak sehingga masyarakat kurang berminat untuk datang. Dengan anggaran sebesar Rp 8,4 miliar, dibangunlah bangunan baru yang megah.

“Semoga ini bisa menjadi puskesmas percontohan,” ucap Joni.(MCKB/Eki/PrenkkiTB)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!