Bengkulu, InfoPublik – Wakil Bupati Kabupaten Mukomuko Rahmadi AB, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu, khususnya kepada Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing.

Apresiasi ini disampaikan atas suksesnya penyelenggaraan turnamen Minisoccer yang berlangsung di Lapangan King, yang dinilai sukses menyatukan seluruh daerah di Provinsi Bengkulu.

Bagi Kabupaten Mukomuko, ajang ini memiliki kedekatan emosional tersendiri mengingat Mukomuko merupakan tanah kelahiran dari Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Turnamen ini dinilai berhasil memangkas jarak yang jauh menjadi sebuah ikatan kesatuan yang erat antar-pemerintah daerah.

“Untuk pemain yang bertanding, mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemda Kota Bengkulu atau Walikota Bengkulu telah mempersatukan jarak yang jauh jadi kesatuan dalam acara Minisoccer di King ini. Untuk itu, sekali lagi mewakili Pemda Kabupaten Muko dan mewakili seluruh Pemda di Provinsi Bengkulu, mengucapkan ribuan terima kasih,” ujar Rahmadi.

Sebagai tim yang bertanding dengan tensi tinggi demi meraih kemenangan, Rahmadi tidak menampik adanya dinamika di lapangan. Mewakili seluruh pemain, ia secara ksatria menyampaikan permohonan maaf kepada pihak panitia jika terdapat kekhilafan selama kompetisi berlangsung.

“Kepada panitia, kami ini datang dalam keadaan emosional yang full. Keinginan setiap pertandingan adalah menang. Apabila pada saat pelaksanaan ada miskomunikasi, protes yang memungkinkan ketersinggungan kami, ketersinggungan panitia terhadap kami yang bertanding, saya mewakili seluruh pemain mengucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Mukomuko sukses keluar sebagai juara. Meski demikian, Rahmadi mengingatkan timnya untuk tidak jemawa. Mengingat piala yang diperebutkan adalah piala bergilir, ia berharap turnamen serupa dapat terus bergulir di 1 kota, 9 kabupaten yang ada di Provinsi Bengkulu guna menjaga silaturahmi.

Selain itu, menariknya, Rahmadi AB juga tercatat sebagai pemain tertua dalam turnamen ini. Di usianya yang menginjak 52 tahun, ia membuktikan bahwa semangat berolahraga dan menjaga hubungan diplomasi antar-daerah tidak terhalang oleh faktor usia. Bahkan, ia rela merumput hingga dini hari demi sebuah arti persahabatan.

“Perlu juga diketahui, mungkin dalam pertandingan ini saya peserta paling tertua, umur 52, Pak. Demi keberlangsungan pertandingan, demi kelangsungan yang dilakukan oleh Walikota, saya rela sampai jam 1 malam bertanding di sini. Tapi beres demi arti persahabatan. Mudah-mudahan ini menjadi acuan umur tidak menuntut olahraga itu terbatas,” pungkas Rahmadi. (**)

error: Content is protected !!