Bengkulu, InfoPublik – Tahun 2026 akan menjadi titik balik bagi sektor pariwisata di “Bumi Merah Putih”.

Di bawah kepemimpinan Walikota Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing, Pemerintah Kota Bengkulu tengah tancap gas merombak wajah kota melalui lima pilar wisata strategis.

Bukan sekadar mengejar estetika, ambisi besar ini dirancang untuk memutar roda ekonomi kerakyatan melalui konsep wisata yang terintegrasi.

Pesona Pesisir Tanpa Celah

Pantai Panjang, yang selama ini menjadi primadona, kini memasuki babak baru penataan. Fokus utama tahun 2026 adalah menciptakan ekosistem wisata yang “bersih dan tertib”. Tak ada lagi cerita tentang kawasan kumuh atau praktik pungutan liar yang meresahkan.

Dedy menegaskan, Pantai Panjang harus bertransformasi menjadi ikon wisata keluarga yang aman, di mana wisatawan bisa menikmati deburan ombak Samudera Hindia dengan nyaman dan tenang.

Harmoni Alam di Danau Dendam Tak Sudah (DDTS)

Bergeser ke arah timur kota, Danau Dendam Tak Sudah (DDTS) dipoles menjadi destinasi eco-tourism. Tantangannya adalah mengembangkan potensi wisata tanpa mengusik fungsi konservasi.

Di tahun 2026, kawasan ini diproyeksikan menjadi pusat edukasi lingkungan. Wisatawan tidak hanya datang untuk berswafoto, tetapi juga belajar menjaga keasrian alam di tengah modernisasi kota.

Melintasi Lorong di Kampung Cina

Bagi pecinta sejarah, penataan Kawasan Kampung Cina menjadi agenda yang paling dinanti. Pemerintah kota berencana menghidupkan kembali denyut nadi perdagangan masa lalu dengan konsep wisata tematik.

Kampung Cina akan menjadi etalase keberagaman budaya, di mana arsitektur tua dan kearifan lokal berpadu, menceritakan kembali kisah harmonisasi etnis yang telah berakar lama di Bengkulu.

Simbol Spiritual, Masjid Apung dan Taman Tabut

Dua magnet baru yang akan memperkuat identitas kota adalah Masjid Apung dan penguatan Taman Tabut. Masjid Apung dirancang bukan sekadar tempat ibadah, melainkan ikon wisata religi yang akan memikat wisatawan dari luar daerah.

Sementara itu, Taman Tabut akan terus diperkuat sebagai “ruang tamu” budaya Bengkulu, tempat di mana tradisi nasional ini bisa dinikmati sepanjang tahun sebagai ruang publik yang hidup.

Pariwisata sebagai Mesin Ekonomi

Walikota Dedy Wahyudi menekankan bahwa seluruh pembangunan ini memiliki satu muara: kesejahteraan masyarakat. Dengan melibatkan pelaku UMKM secara langsung dalam setiap simpul wisata, pemerintah menargetkan terciptanya lapangan kerja baru secara masif di tahun 2026.

“Pariwisata bukan hanya soal keindahan, tetapi juga kenyamanan, keamanan, dan kesejahteraan masyarakat. Inilah yang ingin kita wujudkan bersama,” ujar Dedy Wahyudi dengan optimis.

Dengan integrasi infrastruktur yang apik dan penguatan identitas lokal, Kota Bengkulu siap menyambut wisatawan tahun 2026 dengan wajah yang lebih segar, ramah, dan berdaya saing global. (**)

error: Content is protected !!