Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata (Dispar) bergerak cepat menindaklanjuti video viral di media sosial terkait aktivitas pedagang di kawasan wisata Pantai Panjang.
Kamis sore (18/12), Dispar memfasilitasi pertemuan klarifikasi dan mediasi yang berlangsung di Ruang Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.
Dalam mediasi tersebut, Suhartini, pemilik pondok yang merupakan warga Kelurahan Lempuing, memberikan penjelasan untuk meluruskan narasi yang beredar di masyarakat.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mematok tarif sewa pondok kepada pengunjung sebagaimana yang dituduhkan dalam video.
“Nominal yang saya sebutkan di dalam video itu sebenarnya adalah jumlah modal yang saya keluarkan untuk membangun pondok tersebut, bukan tarif biaya sewa bagi pengunjung yang datang,” jelasnya.
Ia menambahkan, insiden tersebut bermula dari perbedaan pemahaman saat ia menawarkan makanan kepada pengunjung.
Meskipun awalnya dilakukan secara ramah, komunikasi yang tidak sinkron menyebabkan situasi memanas hingga terekam dan menjadi viral.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin yang memimpin mediasi tersebut, memberikan arahan tegas kepada pedagang agar mengedepankan etika pelayanan.
Menurutnya, citra Pantai Panjang sangat bergantung pada keramahan dan kenyamanan yang diberikan oleh para pelaku usaha kepada wisatawan.
“Kami menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang baik. Tujuannya agar setiap pengunjung yang datang ke Pantai Panjang merasa nyaman dan aman tanpa adanya rasa terintimidasi oleh pelayanan yang kurang baik,” tegas Nina.
Sebagai bentuk pertanggungjawaban, Suhartini secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Bengkulu dan para pengunjung yang terdampak.
Ia juga menandatangani surat pernyataan bermaterai sebagai komitmen tertulis untuk memperbaiki pelayanan dan berjanji tidak akan mengulangi kejadian serupa di masa mendatang.
Langkah cepat Pemkot Bengkulu ini diharapkan dapat menjaga kondusivitas sektor pariwisata di Kota Bengkulu, terutama dalam menyambut wisatawan di kawasan ikonik Pantai Panjang. (MCKB R.Novri/Farizal/Okky)
