Bengkulu, InfoPublik – Hujan deras yang mengguyur Kota Bengkulu sejak Kamis malam hingga Sabtu (3/1/2026) siang menyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir. Air menggenangi permukiman warga hingga akses jalan utama di beberapa kelurahan.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun dari berbagai sumber, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, titik banjir terjadi di antaranya Perumahan Korpri Kelurahan Bentiring, Perumahan Ejuka Kelurahan Bentiring, Jalan Tanggul Gang Merpati II Kelurahan Rawa Makmur, RT 7 Kelurahan Semarang, serta Kelurahan Tanjung Jaya.
Parahnya, akses jalan di Kelurahan Rawa Makmur terpaksa ditutup total karena genangan air menutupi badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Menanggapi kondisi tersebut, BPBD Kota Bengkulu bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait seperti Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar), Dinas Sosial, Satpol PP, serta tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan.
Kepala BPBD Kota Bengkulu, I Made Arwana, mengatakan pihaknya telah berada di lokasi terdampak dengan mendirikan tenda pengungsian serta mengerahkan mobil dapur umum berikut peralatan pendukung.
“Secara garis besar kita sudah kumpul di Perumahan Korpri, itu salah satu kawasan yang paling parah banjirnya. Dari BPBD dan Tagana sudah standby di lokasi untuk memberikan bantuan,” ujar Made saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, khusus di Perumahan Korpri BPBD menurunkan mobil dapur umum lengkap dengan perahu karet, perahu fiber, dan tenda pengungsian. Sementara di Perumahan Ejuka, petugas juga telah memasang tenda dan bersiaga untuk melakukan evakuasi warga apabila diperlukan.
“Untuk Perumahan Ejuka juga sama, kita sedang pasang tenda dan kami persiapkan evakuasi jika ada warga yang membutuhkan. Dinas Damkar juga ikut turun bersama kami. Kami dari BPBD pokoknya standby, logistik sudah siap,” jelasnya.
Terkait jumlah rumah terdampak banjir, Made menyebut data masih bersifat sementara karena kondisi air yang fluktuatif dan proses pendataan masih berlangsung di lapangan.
“Data rumah yang terendam masih naik turun dan belum begitu valid. Yang jelas terdampak di Kelurahan Rawa Makmur, Tanjung Jaya, Perumahan Korpri, dan Perumahan Ejuka. Saat ini masih kami rekap,” ungkapnya.
Ia merinci, untuk sementara jumlah rumah yang terendam di Perumahan Korpri tercatat sebanyak 35 unit, Perumahan Ejuka sekitar 60 rumah, RT 7 Kelurahan Semarang 20 rumah, serta Kelurahan Rawa Makmur sekitar 50 rumah. Namun angka tersebut masih berpotensi bertambah.
“Tim masih di lapangan untuk melakukan pendataan secara menyeluruh,” tutup Made.(MCKB/Eki).

