Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu menggelar Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) di Hotel Adeva. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan capaian program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah Kota Bengkulu.

​Acara dibuka secara resmi oleh Asisten I Alex Periansyah, yang hadir mewakili Walikota Bengkulu. Dalam arahannya, Asisten I menekankan pentingnya sinergi lintas sektor guna menyukseskan program yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia ini.

“Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/84/2026, diperlukan dukungan penuh dan integrasi pelayanan mulai dari Puskesmas hingga Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama lainnya agar program ini berjalan optimal sesuai sasaran siklus hidup,” ujar Alex Periansyah saat membacakan sambutan.

​Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, mengungkapkan bahwa realisasi capaian CKG di Kota Bengkulu saat ini baru menyentuh angka 2,07% berdasarkan data aplikasi Dinas Kesehatan.

Angka tersebut masih jauh dari target pelaksanaan yang ditetapkan sebesar 26% pada akhir tahun 2026, dengan target sasaran jangka panjang menjangkau 46% dari total jumlah penduduk Kota Bengkulu di tahun 2026.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan Kota Bengkulu tengah menyusun jadwal kunjungan ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta sekolah-sekolah di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama, yang akan diintegrasikan dengan momentum penerimaan murid baru.

​Pemeriksaan kesehatan gratis ini sendiri menyasar seluruh kelompok umur atau siklus hidup masyarakat, yang meliputi :

1. Bayi baru lahir (usia 2 hari sampai dengan 364 hari).
2. ​Balita dan anak prasekolah (usia 1 tahun sampai dengan 6 tahun).
3. ​Anak usia sekolah dan remaja (usia 7 tahun sampai dengan 17 tahun).
4. ​Dewasa (usia 18 tahun sampai dengan 59 tahun).
5. ​Lanjut usia (Lansia) (usia 60 tahun ke atas).

Nelli menambahkan, program PKG atau CKG ini merupakan bentuk nyata dari pencegahan sekunder (skrining) yang sejalan dengan Integrasi Layanan Primer (ILP).

ILP sendiri merupakan pilar utama dari 6 Pilar Transformasi Kesehatan Indonesia yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI, khususnya pada pilar Transformasi Layanan Primer yang memperkuat aktivitas promotif dan preventif.

​Di tingkat Puskesmas, pelayanan ILP kini telah diorganisir ke dalam 5 klaster utama, yakni Klaster 1 (Manajemen), Klaster 2 (Ibu, Anak, dan Remaja), Klaster 3 (Dewasa dan Lansia), Klaster 4 (Penanggulangan Penyakit Menular), serta Lintas Klaster (Farmasi, Laboratorium, dan Gawat Darurat).

​”Kami berharap dukungan dari semua pihak untuk memfasilitasi tim CKG di lapangan agar sasaran pemeriksaan kesehatan di Kota Bengkulu bisa tercapai hingga 100%,” harap Nelli Hartati.

​Kegiatan rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh jajaran Kepala Puskesmas se-Kota Bengkulu dan seluruh stakeholder terkait yang berkomitmen penuh mendukung jalannya program kesehatan gratis demi kesejahteraan masyarakat Kota Bengkulu. (**)

error: Content is protected !!