Bengkulu, InfoPublik – Cuaca ekstrem masih menyelimuti Kota Bengkulu pada Senin sore (10/11). Angin kencang (badai) menyebabkan sejumlah pohon di berbagai sudut kota tumbang, salah satu lokasi terparah berada di kawasan ikonik Pantai Panjang.

Merespon laporan darurat dari masyarakat, Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatam Yuliansyah tidak menunggu waktu lama. Ia segera terjun langsung ke lokasi bencana, memimpin tim gabungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mengevakuasi batang-batang pohon yang melintang dan mengganggu akses warga.

Dalam suasana keprihatinan atas kondisi alam yang sulit diprediksi, Yuliansyah menyampaikan rasa syukur mendalam.

“Alhamdulillah, bencana ini tidak memakan korban jiwa,” ujarnya, menekankan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama.

Menyikapi situasi yang belum kondusif, pihaknya mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh masyarakat.

Mereka diminta untuk tetap waspada, menjauhi area pohon yang rawan tumbang, dan menunda aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama saat intensitas hujan lebat dan petir meningkat.

Dan jika terjadi bencana, masyarakat dapat langsung menghubungi pihak Damkar atau menghubungi Call Center 112 dan OPD terkait lainnya.

Sebelum insiden pohon tumbang ini terjadi, Walikota Dedy Wahyudi sejatinya telah mengantisipasi dengan mengimbau masyarakat untuk selalu mawas diri.

Ia juga telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan, dari lurah, camat, Kepala OPD hingga Ketua RT/RW, untuk aktif turun ke lapangan dan memastikan setiap potensi risiko bencana dapat dimonitor dan ditangani sejak dini.

“Kita berdoa kepada Allah SWT, semoga hujan ini penuh berkah, panas pun penuh keberkahan. Dan kota kita selamat dari kemungkinan bencana,” tutup Dedy, menyuarakan harapan untuk warga Kota Bengkulu di tengah tantangan cuaca ekstrem saat ini. (**)

error: Content is protected !!