Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pariwisata kembali menyemarakkan pergelaran seni dengan menampilkan pertunjukan tradisional “Ikan-Ikan” pada perhelatan akbar Festival Tabot 2026 di kawasan Sport Center Pantai Panjang.
Salah satu karya yang menarik perhatian adalah sinopsis permainan rakyat berjudul “Burung-Burung” yang mengangkat kisah dari sudut pandang para nelayan penyelam lokal.
Kepala Dinas Pariwisata Kota BengkuluNina Nurdin mengungkapkan bahwa penampilan ikan ikan ini merupakan salah satu komitmen pemerintah daerah untuk menonjolkan kearifan lokal sekaligus mengenalkan potensi bahari yang dimiliki oleh wilayah pesisir Bengkulu kepada para wisatawan.
“Cerita dalam permainan rakyat ini diangkat langsung dari kehidupan nyata para nelayan penyelam kita, khususnya mereka yang bekerja mencari ikan hias laut. Kami ingin menyajikan sesuatu yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat akan nilai edukasi bagi masyarakat,” ujar Nina.
Secara khusus, cerita pada tampilan ikan-ikan ini menyoroti pesona ikan Emperor angelfish, atau yang lebih akrab dikenal oleh masyarakat pesisir Bengkulu dengan sebutan “ikan burung-burung”.
Spesies ini sangat populer di kalangan penyelam karena karakteristik fisiknya yang unik, ditandai dengan guratan garis-garis cerah berwarna biru dan kuning serta bentuk wajah yang sangat khas.
Di habitat alaminya, ikan hias ini umumnya mendiami wilayah terumbu karang yang sehat.
Melalui pementasan permainan rakyat ini, para nelayan penyelam berusaha menarasikan pengalaman serta kekaguman mereka terhadap keindahan ekosistem bawah laut.
Penampilan visual boneka karakter ikan dikemas secara interaktif agar dapat menyentuh emosi penonton sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai keanekaragaman hayati laut di Bengkulu.
“Lewat kesenian permainan rakyat ini, para nelayan ingin menceritakan pengalaman mereka agar pengetahuan masyarakat tentang banyaknya jenis dan keindahan ikan hias laut kita semakin bertambah. Salah satunya lewat pengenalan ikan burung-burung ini,” tambah Nina.
Melalui sinergi antara kebudayaan lokal dan edukasi lingkungan, Dinas Pariwisata Kota Bengkulu berharap masyarakat dan pengunjung Festival Tabot tidak hanya menikmati kemeriahan acara, tetapi juga tumbuh kesadaran bersama untuk terus menjaga kelestarian terumbu karang sebagai rumah bagi ikan-ikan hias tersebut. (**)
