Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu proyek normalisasi dan perbaikan drainase di kawasan Pasar Panorama, tepatnya di jalan Salak.
Fokus utama pengerjaan kali ini adalah mengembalikan fungsi saluran air yang selama ini tersumbat parah. Berdasarkan tinjauan lapangan oleh tim, ditemukan bahwa banyak titik drainase di jalan Salak telah beralih fungsi secara ilegal karena ditutup permanen untuk kepentingan lapak pedagang kaki lima (PKL).
Kepala Dinas PUPR Kota Bengkulu Noprisman menegaskan bahwa normalisasi ini mencakup pembongkaran penutup saluran yang tidak sesuai aturan untuk membersihkan tumpukan sampah plastik dan sedimentasi tanah yang tinggi.
“Kita membalikkan kembali fungsi drainase sebagaimana mestinya. Selama ini air tidak bisa mengalir karena saluran tertutup rapat oleh aktivitas PKL di atasnya. Dengan dibukanya kembali saluran ini, kita pastikan debit air hujan dapat tertampung dan dialirkan dengan lancar ke pembuangan akhir,” jelas Noprisman saat meninjau lokasi, Jumat (13/2/26).
Pengerjaan yang telah dimulai sejak awal Februari ini ditargetkan selesai dalam satu bulan kerja, yakni pada Maret 2026.
Selama masa pengerjaan, masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat melintasi kawasan Jalan Salak karena adanya aktivitas alat berat dan material bangunan.
Dengan tuntasnya proyek ini, kawasan Pasar Panorama diharapkan bertransformasi menjadi pusat perbelanjaan tradisional yang lebih tertib, bersih, dan bebas dari ancaman banjir.(**)
