Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing terkesan sangat serius dalam penataan pasar di Kota Bengkulu.  Hal ini merupakan respon cepat atas keluhan sebagian besar warga kota Bengkulu terkait pasar yang semerawut dan tidak tertata. Beberapa kali penataan pasar dilakukan secara humanis melalu imbauan yang persuasif tidak represif. Hasilnya,  sejumlah besar pedagang mau untuk direlokasi secara mandiri ke lapak atau los yang sudah disiapkan.

Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bengkulu Alex Periansyah mengatakan tidak mudah untuk menyakinkan pedagang yang melanggar untuk masuk kedalam pasar. “Kita harus beberapa kali membujuk mereka untuk masuk kedalam,” katanya. Rabu (28/1) kepada media center.

Beberapa kali pihak Pemkot Bengkulu  harus bersitegang dengan pedagang yang bertahan dengan lapak yang berada di trotoar dan kawasan parkir. “Pesan pak Walkota kita jalankan saja, ajak saja yang mau (untuk direlokasi) yang tidak mau tinggalkan saja tidak usah dipaksa,” tutur Alex.

Akhirnya seperti yang terlihat saat ini, sebanyak 20 pedagang kaki lima (PKL) kuliner pasar Barukoto I sukarela mengisi lapak-lapak dilantai 1 gedung pasar. kemudian 175 PKL dikawasan pasar panorama juga sudah masuk ke lapak di dalam pasar. “Untuk para pedagang yang kemarin berdagang di bagian depan pintu masuk pasar panorama, jumlah PKL nya 27 orang, sudah masuk semua dan mereka melakukan relokasi secara mandiri membongkar bangunannya sendiri,”paparnya.

Melihat tren ini, Alex berkeyakinan bahwa penataan PKL di KZ Abidin I pun akan berjalan kondusif. “Untuk di PKL di KZ Abidin I, lapaknya sudah disiapkan didalam PTM (Pasar Tradisional Modern) dan Mega Mal,” pungkas Alex.

Berdasarkan intruksi  Walikota, bagi para pedagang atau PKL yang mau masuk untuk berjualan didalam pasar akan digratiskan sewa lapaknya selama 3 bulan. Relokasi para pedagang ini jangan dilihat hanya sekedar mengusir pedagang.  Pemkot Bengkulu menata demi kenyamanan bersama. Dimana pedagang  dan pembeli juga bisa bertransaksi dengan baik serta kenyamanan pengguna jalan dan trotoar terjaga.  (**)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!