Bengkulu, Infopublik – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Eko Agusrianto buka bicara terkait video orangtua Jihan bayi yang menderita Diabetes Pankreas meminta bantuan kepada Walikota Bengkulu Helmi Hasan untuk biaya berobat ke Palembang.

Eko menjelaskan dan membenarkan, Pemkot Bengkulu telah membantu jihan melalui Dinsos, Baznas (Februari 2021) dan Dinkes.

“Itu sudah pernah dibantu, baik lewat baznas, dinas sosial, maupun dinas kesehatan. Itu kan sudah atas nama Pemerintah Kota Bengkulu,” jelas Eko, Minggu (6/2/2022).

Ia mengungkapkan, pihak puskesmas juga sudah pernah mendatangi orangtua Jihan (Nope Rianti) untuk mengurus masalah BPJS yang telah mati.

“Ya, puskesmas sudah pernah mendatangi terkait dengan habis masa kartu BPJS. Kemarin kan pemerintah sudah ingin mengulurkan tangan untuk membayar BPJS untuk keluarga pasien, tapi kebetulan mereka sudah mampu untuk membayar sendiri, ” tuturnya.

Menurut informasi terbaru, Ayahanda dari Jihan sudah tidak bekerja lagi. Tapi untuk saat dirinya baru memulai training sebagai sales bangunan, sehingga BPJS ketenagakerjaanya belum aktif.

Akan tetapi mereka telah diusulkan untuk masuk dalam pembiayaan BPJS yang dibayarkan oleh Pemkot Bengkulu. Tapi mereka menolak karena tidak mau masuk BPJS kelas 3, dengan alasan di kelas 3 perawatan ruangan Bangsal terlalu ramai dan merasa pelayanannya kurang maksimal. Hal ini diungkapkan langsung oleh Plt Kadinkes Kota Bengkulu Nurhidayati saat menyambangi kediaman Jihan. (**).

By Radi

error: Content is protected !!