Bengkulu, InfoPublik – Kota Bengkulu bersiap melakukan lompatan besar dalam sektor ekonomi dan logistik. Dua proyek strategis, yakni pembangunan Terminal Curah Cair oleh Pelindo Regional 2 dan pembentukan kawasan industri oleh Pemerintah Kota Bengkulu, ditargetkan menjadi mesin pertumbuhan baru.
GM Pelindo Regional 2 Bengkulu Dimas Rizky Kusmayadi mengungkapkan, pihaknya tengah bersiap membangun Terminal Curah Cair khusus yang direncanakan rampung pada tahun 2026. Terminal ini nantinya akan memisahkan operasional curah cair yang selama ini masih bercampur di Dermaga Nusantara.
“Ke depan di 2026, kita akan punya terminal curah cair sendiri. Ini akan membuat penanganan logistik jauh lebih spesifik dan efisien,” ujar Dimas. Ia juga mengibaratkan potensi ekonomi Bengkulu seperti “raksasa yang sedang tidur” yang kini mulai terbangun.
Senada dengan rencana tersebut, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi menyatakan dukungan penuh melalui langkah konkret berupa revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Langkah ini diambil untuk mengubah sebagian lahan peruntukan pelabuhan yang mencapai 1.000 hektare menjadi kawasan industri.
“Ternyata yang dibutuhkan tidak perlu sampai 1.000 hektare untuk pelabuhan saja, sebagian bisa kita manfaatkan untuk kawasan industri. Di sana akan berdiri pabrik-pabrik dan sarana pendukung industri pelabuhan,” jelas Dedy.
Menurut Walikota, revisi RTRW ini sedang dalam proses. Kehadiran kawasan industri ini diharapkan dapat memutus ketergantungan logistik Bengkulu yang selama ini masih banyak merujuk ke Pelabuhan Bakauheni atau Pelabuhan Panjang di Lampung.
Pemerintah Kota Bengkulu optimistis bahwa integrasi antara pelabuhan dan kawasan industri akan menciptakan multiplier effect bagi ekonomi lokal. Dengan merujuk pada keberhasilan Kawasan Industri Surabaya (SIER) dan kawasan industri di Medan, proyek ini diproyeksikan akan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
“Insyaallah Kota Bengkulu akan maju pesat. Syarat utamanya kita harus kompak dan solid dalam mengelola potensi yang ada, baik dari sisi industri maupun penataan kawasan wisata,” pungkas Dedy. Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur pelabuhan oleh Pelindo dan kemudahan regulasi dari Pemerintah Kota, Bengkulu diprediksi akan bertransformasi menjadi pusat kekuatan ekonomi baru di pesisir barat Sumatera pada tahun-tahun mendatang. (MCKB R. Novri/ Budiman)
