Bengkulu,InfoPublik – Saat mengikuti Patroli Siaga Kamtibmas bersama pihak Polresta Bengkulu, Kasat Pol PP Kota Bengkulu Sahat Marulitua Situmorang mendapati ada sekumpulan remaja yang sedang nongkrong depan Indomar** di Kelurahan Rawa Makmur.

Patroli Siaga Kamtibmas dan sosialisasi jam malam ini bersama Kapolresta Bengkulu Kombes. Pol. Rahmad Hidayat, Wakil Walikota Ronny P.L Tobing, Asisten II Sehmi, Kasat Pol PP Sahat Situmorang, Kadis Damkar Yuliansyah, Plt Kadis Dishub Toni Hastri Putra, Kepala BPBD iMade Ardana dan Plt Kadis Sosial Abriadi

Saat diperiksa identitasnya ternyata beberapa ada yang masih berstatus pelajar SMA. Mereka nongkrong sambil merokok di teras gerai hingga pukul 11.45 WIB. Mereka kemudian dihukum Push UpĀ  karena kedapatan telah melanggar aturan jam malam. Mereka kemudian disuruh bubar dan langsung pulang ke rumah masing-masing.

Namun mereka terpaksa harus pulang dengan jalan kaki, atau minta dijemput oleh keluarganya. Sebab motor mereka yang diparkir di depan gerai mini market tersebut harus ditilang oleh Sat Lantas Polresta Bengkulu yang juga ikut dalam patroli tersebut. Pasalnya, motor mereka sudah tidak standar pabrik alias sudah dipretelin. Knalpot brong, tidak ada nomor plat dan tidak pakai kaca spion. Ditambah mereka tidak bisa menunjukkan STNK sehingga yang ditilang adalah motornya. Motor itu kemudian langsung dibawa ke Polresta.

Di titik sebelumnya, tim gabungan Polresta Bengkulu dan Pemkot Bengkulu juga memeriksa beberapa pemuda yang sedang duduk-duduk di depan Billiard Kelurahan Beringin Raya. Salah satu pemuda terpaksa diamankan pihak Polresta Bengkulu karena kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau. Pemuda itu mengaku sebagai Linmas.

“Kalau Linmas itu harusnya bawa pentungan, bukan malah bawa pisau,” kata salah satu anggota Sat Reskrim Polresta Bengkulu saat mengintrogasi pemuda tersebut. Di lokasi Billiard itu juga polisi bersama Satpol PP juga menginterogasi pasangan muda mudi yang nongkrong di depan Billiard. Si wanita disuruh menghubungi orangtuanya, kemudian polisi berbicara kepada orangtuanya kenapa mengizinkan anak perempuan keluar bersama laki-laki sampai larut malam.

Ternyata orangtuanya tidak tahu kalau anaknya keluar bersama laki-laki dan tidak kenal siapa laki-laki yang bersama anaknya. Sedangkan pria yang membawa si perempuan tersebut awalnya mengaku kalau perempuan itu adalah adiknya. Setelah polisi menghubungi orangtua si perempuan yang mengaku tidak kenal dengan pria yang membawa anaknya, barulah ia mengaku kalau mereka hanya berteman.

“Memang tadi aku ngomong adik aku bang, maksudnya adik-adik an cak itunah,” ujarnya. Muda mudi itu kemudian didata dan diambil foto KTPnya kemudian disuruh pulang. (MCKB Eki/ Farizal)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!