Rabu , 14 November 2018
Home / Bengkulu / Menengok Religiusitas di Masjid Eks Lokalisasi

Menengok Religiusitas di Masjid Eks Lokalisasi

BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh ampunan. Bulan yang sangat dinantikan oleh umat Islam. Nampaknya, paradigma ini juga dirasakan oleh warga RT 08 Kelurahan Sumber Jaya Kecamatan Kampung Melayu atau yang biasa disebut eks lokalisasi tersebut. Animo dan keistiqomahan mereka dalam menyambut bulan yang penuh ampunan ini juga terlihat.

Berikut laporan tim MC Kota Bengkulu

Kamis (31/5), tim Media Center Kominfo Kota Bengkulu menggelar tarawih keliling ke kawasan eks lokalisasi. Satu-satunya rumah ibadah yang ada disana adalah Masjid At – Taubah.

Bangunan yang didirikan oleh Pemerintah Kota Bengkulu era kepemimpinan Walikota Helmi Hasan pada tahun 2013 itu terletak di sebelah kanan palang gerbang kawasan eks lokalisasi. Untuk menuju ke masjid itu cukup membutuhkan perjuangan. Karena jalan untuk menuju lokasi tersebut tak semulus pasir yang ada di bibir pantai Bengkulu.

Pun demikian, masjid tersebut digunakan maksimal oleh warga yang ada disana. Di antara dentuman nada gemerlap malam, warga yamg ada di sana tetap merapatkan shaf untuk melaksanakan sholat isya sekaligus tarawih berjamaah di masjid berukuran 5 x 6 meter tersebut.

Masjid ini ditunggu oleh Ustaz Ali. Jebolan Pondok Pesanteren Padang ini mengajar ngaji kepada sejumlah anak yang tinggal di tengah kehidupan sungguh kurang layak bagi sebagian orang.

Ustaz Ali sendiri sudah mengecap dua kali ramadan di kampung tersebut. Merasa betah, ia nilai, masjid adalah tempat yg dimuliakan Allah.

“Ukuran kebahagiaan seseorang adalah apabila dia mampu mentaati perintah Allah,” kata pria berjenggot tebal itu.

“Kita jangan sampai tertipu dengan kehidupan dunia, karena setelah kehidupan didunia akan ada kehidupan yg lebih kekal yaitu akherat, apa bekal kita dikehidupan akherat nanti,” lanjutnya.

Berniat memberi bekal itulah, Ustaz Ali mengajar ngaji dan ilmu agama kepada 20 orang anak-anak setiap hari.

“Alhamdulillah sudah 3 orang yang tamat Al-Quran, mereka itu duduk di kelas 3 kelas 2 SD, cerita Ali.

Dia berharap anak didikannya ini nanti menjadi anak yang shaleh/shalehah. Anak-anak yang tidak menyianyiakan kehidupan mereka tanpa ada bekal kehidupan akherat.

“Pada hakekatnya manusia tidak pernah luput dari dosa, Allah Azza wa Jalla telah mensyariatkan faktor-faktor penyebab dosanya, supaya manusia selalu bergantung kepada Rabbnya, selalu menganggap dirinya sarat dengan kekurangan, agar senantiasa berintrospeksi diri, jauh dari sifat ‘ujub dan kesombongan,” ungkapnya.

Di bulan Ramadan ini, Ali juga bermohon kepada Allah agar dosa-dosa manusia diampuni. Sebab, bulan ini merupakan bulan rahmat, ampunan, pembebasan dari neraka, dan bulan untuk melakukan kebaikan. Bulan

“Ramadan juga merupakan bulan kesabaran yang pahalanya adalah surga. Allah Azza wa Jalla berfirman, Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas,” kata dia mengutip QS: az-Zumar. (MC Kota Bengkulu)

Pewarta : Ernel
Foto: Piter
Editor : Tedi

About Tedi CHO

Check Also

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat

Dishub Dan Polres Tinjau Titik Parkir dan Rekayasa Lalin Doa 10 Juta Umat Bengkulu, InfoPublik …