Bengkulu, InfoPublik – Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi kini bersiap menanggalkan sejenak atribut kedinasannya.

Penantian panjang selama 15 tahun sejak mendaftar pada 2011 akhirnya berbuah manis. Bersama sang istri, Dian Fitriani, ia dijadwalkan berangkat menunaikan ibadah haji pada Minggu, 26 April 2026, tergabung dalam Kloter 4 Padang.

Suasana haru menyelimuti acara Walimatul Safar yang digelar di kediamannya baru-baru ini. Ribuan warga datang bukan untuk mengadu soal birokrasi, melainkan memberikan pelukan hangat dan doa tulus agar sang pemimpin mendapatkan predikat haji mabrur dan mabrurah.

Dalam momen penuh kehangatan tersebut, Dedy menegaskan bahwa keberangkatannya ini murni karena antrean reguler, bukan fasilitas jabatan.

“Ada yang mengira saya berangkat karena menjabat walikota. Itu tidak benar. Kami sudah menunggu sejak 2011,” tuturnya rendah hati.

Sebagai bentuk cinta kepada warganya, Dedy memberikan kejutan spesial bagi seluruh jemaah haji asal Kota Bengkulu. Sebanyak 1.231 jemaah dibekali seragam batik eksklusif hasil rancangan sang istri, Dian Fitriani, sebagai identitas kebanggaan “Bumi Merah Putih” di Tanah Suci.

Bagi masyarakat Bengkulu, keberangkatan Dedy Wahyudi bukan sekadar perjalanan pribadi. Ada harapan besar yang dititipkan di pundaknya. Warga berharap, di sela-sela ibadahnya nanti, Dedy akan menyelipkan doa khusus agar Kota Bengkulu kian maju, religius, dan warganya selalu bahagia.

“Kami doakan Pak Wali sehat walafiat. Semoga pulang membawa berkah yang bisa terus membangun kota kita menjadi lebih baik lagi,” ujar salah satu warga di sela acara pelepasan.

Dedy pun berjanji akan membawa setiap aspirasi spiritual warganya ke hadapan Ka’bah. Baginya, ibadah haji ini adalah momentum untuk mengetuk pintu langit demi kesejahteraan seluruh masyarakat Kota Bengkulu. (**)

error: Content is protected !!