Senin , 26 Oktober 2020
Home / Bengkulu / Kekhawatiran Walikota Tsunami Lokal Terbukti

Kekhawatiran Walikota Tsunami Lokal Terbukti

 

4 Korban Terseret Ombak Pantai Panjang,
Satu Orang Belum Ditemukan

Bengkulu, InfoPublik – Kekhawatiran Walikota Bengkulu Helmi Hasan bahwa akan terjadi “tsunami lokal” yang membahayakan warga selama perayaan tahun baru, akhirnya terbukti. Kamis (2/1) sore sekitar pukul 15.30 WIB, empat korban menjadi korban air pasang di perairan laut Pantai Panjang. Tiga korban berhasil selamat. Namun satu korban lainnya, Arif Mahendra hingga tadi malam belum ditemukan. Korban terseret tingginya gelombang.

Wakil Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi mengatakan, kita saat ini fokus pada pergantian tahun, bapak walikota sempat mengimbau untuk menjauhi pantai, karena takut tsunami lokal, itukan bahasa pak wali, tsunami “lokal” tsunami di sini saja, dan kekhawatiran itu terbukti, 3 korban selamat dan 1 masih dalam pencarian.

“Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu sudah mengimbau dan mengingatkan pengunjung agar mewaspadai cuaca ekstrim khususnya di wilayah Pantai Panjang. Sebab, cuaca ekstrim tersebut bisa menimbulkan gelombang pasang atau tsunami lokal yang berbahaya bagi pengunjung,” sampainya.

“Kita berharap korban segera bisa ditemukan. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, dibantu tim SAR dan kepolisian akan berusaha menemukan korban. Kita doakan cepat ketemu,” ujar Dedy saat meninjau langsung lokasi tenggelamnya korban di Pantai Panjang, tepatnya di depan Sport Centre.

Wakil Walikota Bengkulu Dedi Wahyudi dan Kepala BPBD Kota Bengkulu berkesempatan langsung, meninjau upaya pencarian korban oleh tim gabungan.

Ia juga menghimbau sekali lagi kepada masyarakat untuk tidak mandi dan berenang di kawasan pantai panjang.

 

“Sekali lagi kepada pengunjung, pantai kita ini memang cantik, tapi kurang bersahabat, boleh main kepantai tapi jangan berenang, atau ketengah, khawatir musibah seperti ini akan terjadi,” imbaunya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, Selupati menjelaskan, diketahui keempat korban terseret ombak karena berfoto-foto selfie.

“Mereka foto selfie. Tapi karena gelombang tinggi, sempat terpeleset dan disambar ombak yang tinggi,” ujarnya (Rilis Media Center Kota Bengkulu)

About Feren Nisya

Baca Juga

Rela Dorong Gerobak untuk Antar Beras ke Rumah Warga

Bengkulu,InfoPublik – Penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) masih berlanjut higga Jumat (23/10/2020). Seperti biasa, …