Yogyakarta, InfoPublik – Tim Karnaval budaya dari kota Bengkulu membius sejumlah turis domestik dan mancanegara pada malam street performance Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di kawasan Malioboro Yogyakarta, Rabu 6/8.

Puluhan ribu pasang mata tertuju ke delegasi kota Bengkulu ketika lagu-lagu Bengkulu dinyanyikan. Botoy-botoy, ikan pais dan pantai Malabero. Diitingi tabuhan musik dari alat alat tradisional membuat suasana semakin meriah.

Tina turis mancanegara asal Finlandia, beberapa kali ikut bergoyang mengikuti irama. Bahkan dirinya beberapa kali berfoto bersama tim karnaval budaya kota Bengkulu.

Dia mengatakan bahwa karnaval budaya Bengkulu unik dan lucu. Turis 19 tahun ini bahkan menganggumi corak batik besurek dan bunga rafflesia. ” This is pretty good, ” katanya.

Timothy (50) wisatawan asal Perancis pun tak segan untuk meminta foto bersama. ” Bengkulu hangat, saya lernah kesana dulu,” katanya dengan bahasa Indonesia yang cukup fasih.

Cintya (21) warga Yogyakarta bersama ibunya Luna ikut berfoto dan bertanya mengenai kota Bengkulu.

Tim karnaval budaya kota Bengkulu ini berjalan dari pangkal jalan Malioboro menuju titik Nol kota Yogyakarta. ” Kurang lebih 2 kilometer kita berjalan,” papar Plt. Kadis Pariwisata Kota Bengkulu Nina Nurdin.

Tim karnaval budaya kota Bengkulu terdiri dari 45 orang yang berjalan menyusuri Malioboro. (MCKB Hendri/Eki)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!