Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi dan Wakil Walikota Ronny PL Tobing fokus menggalakkan sektor pariwisata terkhusus Pantai Panjang.

Alasannya jelas, Kota Bengkulu tidak seperti kota besar lainnya memiliki tambang, perkebunan besar, persawahan/pertanian luas. Namun Kota Bengkulu memiliki potensi pariwisata yang besar luar biasa.

“Kenapa pantai panjang? karena kita ini tidak punya tambang, tidak punya sawah, perkebunan luas, andalan kita adalah pariwisata. Jadi setiap orang datang ke Bengkulu, uang berputar. Orang menginap di hotel jadi naik yang biasanya satu malam jadi dua malam kita buat, dia berbelanja beli oleh-oleh dan aktivitas lainnya disitulah ada uang berputar,” tegas Walikota.

Sejalan dengan rencana ini, Walikota meminta seluruh OPD mendukung dan wajib menggiatkan satu OPD, satu event nasional.

“Itu terserah bagaimana event, terpenting skala nasional dan mendatangkan orang. Seperti pak Eka, ia mau mengundang pertemuan rakor inspektur se-Indonesia itu di Kota Bengkulu. Kita sedang melobi, mudah-mudahan bisa,” ucap Walikota.

Melalui gerakan ini, Dedy berharap orang kian berdatangan ke Kota Bengkulu. Wisata makin terkenal dan menarik wisatawan luar berkunjung nantinya.

Maka dari itu, Walikota terus mempersiapkan agar wisata-wisata unggulan di Kota Bengkulu miliki daya tarik tersendiri agar orang berkunjung.

“Insya allah, orang-orang nanti akan berdatangan ke Kota Bengkulu dan uang berputar terus, ekonomi kota kian meningkat, PAD meningkat, masyarakat sejahtera,” jelasnya.

Selain upaya pemerintah, Walikota juga berharap terhadap para generasi milenial. Generasi milenial juga bisa mencurahkan idenya untuk mempromosikan wisata di Kota Bengkulu.

Mengapa Walikota mengajak generasi milenial mempromosikan wisata di Kota Bengkulu? Baginya, Generasi Milenial memiliki peran penting dalam promosi pariwisata karena mereka adalah pengguna teknologi digital yang aktif dan memiliki pengaruh besar di media sosial.

Mereka dapat mempromosikan destinasi wisata melalui unggahan foto dan video di media sosial, sehingga dapat menarik minat wisatawan lainnya.

Selain itu, Milenial juga dapat menjadi agen perubahan positif dalam pengembangan pariwisata, seperti dengan mendorong wisata berkelanjutan dan inovasi digital. (**)

By Novri

error: Content is protected !!