Bengkulu, InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu terus bergerak cepat dalam menekan angka stunting melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS). Dipimpin langsung oleh Wakil Walikota Bengkulu Ronny PL Tobing, TPPS Kota Bengkulu telah menjalankan berbagai program strategis sejak awal tahun 2026, termasuk gerakan orang tua asuh bagi anak-anak yang membutuhkan intervensi gizi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Bengkulu melalui Kepala Bidang Pengendalian Penduduk (Dalduk) Yeni Fetrianingsih, memaparkan sejumlah langkah nyata yang telah dan sedang berjalan sepanjang tahun ini.

Langkah awal dimulai dengan menyamakan visi di tingkat pemangku wilayah. TPPS telah menggelar rapat koordinasi bersama seluruh camat di Kota Bengkulu.

Dalam pertemuan tersebut, disepakati komitmen besar bahwa seluruh camat akan bertindak langsung sebagai orang tua asuh bagi anak stunting di wilayah kerja mereka masing-masing.

Tidak hanya mengandalkan jajaran pemerintahan, TPPS Kota Bengkulu juga memperluas jaringan kerja sama dengan sektor swasta dan organisasi masyarakat. Kerja sama dengan para mitra ini membuahkan hasil positif, di mana sejumlah pihak bersedia ikut ambil bagian menjadi orang tua asuh.

“Kerjasama dengan mitra juga sudah dilaksanakan, dan kita sudah mendapatkan beberapa mitra yang menjadi orang tua asuh anak stunting,” ujar Yeni, Selasa (30/6/26).

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, seluruh bantuan yang mengalir dari para orang tua asuh ini dihimpun secara satu pintu melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bengkulu. Penyaluran bantuan gizi tersebut telah berjalan secara konsisten sejak Januari 2026 dan langsung didistribusikan kepada anak-anak yang menjadi sasaran program.

Selain pemenuhan gizi melalui skema orang tua asuh, Pemkot Bengkulu juga memperkuat ketahanan pangan keluarga lewat program Makanan Bergizi Gratis (MBG) 3B. Yeni menjelaskan bahwa implementasi program ini sudah sangat masif di tingkat bawah.

“MBG 3B di kelurahan sudah hampir setiap kelurahan di Kota Bengkulu mendapatkan MBG 3B,” tambah Yeni.

Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, camat, dan sektor privat, TPPS Kota Bengkulu berhasil memperluas jangkauan bantuan pada tahun ini. Berdasarkan data terbaru, total anak stunting yang mendapatkan intervensi dari kontribusi para mitra telah mencapai ratusan jiwa.

“Untuk tahun ini, bantuan dari himpunan mitra total ada 143 anak,” pungkas Yeni.

Dengan keberlanjutan program orang tua asuh, keterlibatan aktif para camat, serta pendistribusian MBG 3B yang merata, Pemkot Bengkulu optimis target penurunan angka stunting secara signifikan di seluruh kelurahan dapat tercapai secara optimal. (**)

error: Content is protected !!