Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi secara resmi membuka Kegiatan Ujian Tobo Kito (UTK) Tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2025 yang diselenggarakan di Hotel Santika Bengkulu, Selasa (30/09).
Kegiatan ini juga dihadiri Kepala BPNP Bengkulu Indera Imanuddin, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Bengkulu Ilham Putra, serta tamu undangan lainnya.
Adapun peserta ujian terdiri dari 56 satuan pendidikan tingkat SD dan SMP dengan total 500 siswa/i. Pelaksanaan Ujian Tobo UTK hari ini dibagi menjadi 3 sesi. Sesi pertama pada pukul 09.00 – 10.30 WIB, Sesi kedua pukul 11.00 – 12.30 WIB dan Sesi ketiga pukul 13.30 – 15.00 WIB.
Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi pada sambutannya menegaskan, Ujian Tobo Kito merupakan langkah strategis pemerintah dalam melakukan pemetaan kemampuan siswa sekaligus mencari bibit unggul di bidang akademik.
“Alhamdulillah, hari ini akan menjadi bagian catatan sejarah. Karena ini adalah tonggak kebangkitan pendidikan Kota Bengkulu dimana kita ingin melakukan pemetaan, melakukan pencarian bibit-bibit unggul dibidang akademik. Maka itu, kita adakan ujian lokal ini, insya allah ini pertama dan satu-satunya di Indonesia dilaksanakan oleh pemerintah,” ujar Dedy.
Dihadapan para siswa/i, Dedy menyampaikan, pemerintah akan memberikan hadiah berupa laptop kepada tiga siswa terbaik, serta penghargaan kepada sekolah dengan capaian terbaik.
“Bapak selaku Walikota akan mengapresiasi anak anakku semua. Satu hingga tiga terbaik berhak mendapatkan hadiah laptop, kemudian sekolah terbaik nanti juga diberikan penghargaan,” imbuhnya.
Ia berharap melalui UTK ini dapat melahirkan generasi penerus yang unggul dan berdaya saing, serta menjadikan Bengkulu sebagai kota yang maju dalam bidang pendidikan.
Dikesempatan yang sama, Ilham menjelaskan, Ujian Tobo Kito digelar untuk mengukur kemampuan akademik siswa setelah Ujian Nasional ditiadakan. Ujian ini akan menjadi tes akademik resmi mulai tahun depan.
“Ujian ini benar-benar diinisiasi oleh bapak walikota maksudnya untuk melihat kemampuan anak-anak kita. Pasalnya, setelah UN ditiadakan, tidak ada lagi ujian dilaksanakan untuk mengukur kemampuan anak-anak kita ini,” jelasnya.
Untuk diketahui, total ada 500 pelajar SD dan SMP se-Kota Bengkulu mengikuti UTK ini. Untuk nilai UTK langsung keluar seperti sistem CAT (Computer Assisted Test).
Dengan begitu, potensi kecurangan dapat dihindari karena hasil penilaian otomatis muncul di monitor.
Sebagai bentuk transparansi, orang tua siswa pun dapat menyaksikan jalannya UTK melalui siaran langsung di YouTube Disdikbud Kota Bengkulu. (Rara/Tama/Hani)
Dok : Shelly – Vera

