Bengkulu, InfoPublik – Ruas jalan KZ Abidin I kini lebih plong dan luas. Setelah sekian lama dipadati lapak yang memakan badan jalan, sebuah kesepakatan tercapai antara Pemerintah Kota Bengkulu, pengelola pasar, dan para pedagang.

Sebanyak 51 pedagang menyatakan kesiapan mereka untuk masuk ke dalam Pasar Tradisional Modern (PTM) Kota Bengkulu. Relokasi ini bukan sekadar pemindahan barang dagangan, melainkan upaya memberikan tempat yang lebih layak bagi para pejuang ekonomi keluarga.

Irwandi Putra, pengelola PTM dan Mega Mall, memahami bahwa berpindah tempat bukanlah perkara mudah bagi pedagang yang selama ini mengandalkan keramaian jalanan. “Hingga saat ini sudah ada 51 pedagang yang siap masuk. Kami ingin memastikan transisi ini tidak memberatkan mereka,” ujar Irwandi dengan nada optimistis, Rabu (14/1/26).

Sebagai bentuk dukungan nyata, pihak pengelola tidak hanya menyiapkan 100 tenant, termasuk 60 lokasi strategis di dekat pintu masuk tetapi juga memberikan kebijakan yang sangat meringankan yakni gratis biaya sewa selama enam bulan pertama.

Kebijakan ini diharapkan membuat para pedagang bisa fokus menata kembali pelanggan mereka tanpa harus dipusingkan oleh biaya operasional di awal kepindahan. “Kami ingin pedagang bisa fokus berjualan dulu. Masuk ke PTM adalah solusi bersama untuk keberlangsungan usaha pedagang, kenyamanan pembeli, dan keindahan wajah kota kita,” tambah Irwandi.

Di dalam PTM nanti, penataan akan dilakukan dengan lebih tertib. Pedagang sayur, ayam, dan ikan akan dikelompokkan tersendiri, terpisah dari area busana dan kuliner. Dengan suasana yang lebih bersih dan tertata, pembeli tak perlu lagi berdesakan di bahu jalan di bawah terik matahari atau guyuran hujan.

Harapannya, langkah ini menjadi awal yang baik bagi penataan kota Bengkulu yang lebih tertib tanpa harus mematikan langkah para pedagang kecil. PTM kini bersiap menyambut keluarga baru mereka, menjanjikan tempat yang lebih aman dan nyaman untuk menjemput rezeki. (MCKB R.Novri)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!