Bengkulu,InfoPublik – Pemerintah Kota Bengkulu melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat upaya penanggulangan HIV dengan memperluas layanan skrining dan pengobatan di berbagai fasilitas kesehatan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati, SK., MM, menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 20 Puskesmas di Kota Bengkulu telah mampu melaksanakan skrining HIV.
Selain itu, layanan juga didukung oleh enam rumah sakit pemerintah, lima rumah sakit swasta, serta 51 klinik yang turut berperan dalam upaya deteksi dini. Sehingga dengan banyaknya layanan ini diharapkan mampumemberikan dukungan dan layanan prima bagi masyarakat.
“Dari jumlah tersebut, terdapat 21 fasilitas layanan kesehatan yang sudah mampu melakukan pengobatan HIV. Terdiri dari sembilan rumah sakit, tiga klinik, dan sembilan Puskesmas,” ujar Nelli.
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 2001 hingga 2026, jumlah kasus HIV yang berhasil ditemukan di Kota Bengkulu mencapai 1.235 kasus.
Sementara itu, khusus periode Januari hingga Maret 2026, telah ditemukan sebanyak 32 kasus baru, menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak, termasuk lembaga masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.
Nelli juga mengapresiasi keterlibatan Satpol PP yang kini turut membantu menjangkau kelompok sasaran berisiko, sehingga upaya penemuan kasus dapat dilakukan lebih optimal. Ia menekankan pentingnya deteksi dini untuk mencegah keterlambatan penanganan, seperti yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
“Keterlambatan penanganan sering disebabkan oleh stigma yang masih dirasakan oleh penderita. Banyak yang merasa khawatir dan takut diketahui orang lain, sehingga enggan melakukan pemeriksaan, akibatnya, saat datang ke layanan kesehatan, kondisi sudah dalam tahap lanjut dan lebih sulit ditangani,” katanya.
Untuk itu, Dinas Kesehatan mengajak seluruh masyarakat, khususnya kelompok dengan faktor risiko, untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan sejak dini. Dengan deteksi dan pengobatan yang tepat waktu, kualitas hidup penderita dapat tetap terjaga serta risiko penularan dapat ditekan.
Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat. Sehingga upaya pencegahan dan pengendalian HIV di Kota Bengkulu dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.(MCKB Eki)
