Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi merespon kejadian kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayah Provinsi Bengkulu, termasuk Kota Bengkulu.

Dampak dari kelangkaan ini, membuat masyarakat kesulitan mencapai tempat kerja, sekolah, rumah sakit, dan aktivitas sehari-hari lainnya karena keterbatasan transportasi.

Oleh karena itu, Walikota mengambil kebijakan yang tertuang pada Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2025 tentang upaya mengatasi antrean panjang di SPBU dampak kelangkaan BBM di Kota Bengkulu.

Pertama, Walikota akan menerapkan sistem Work From Home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Bengkulu.

“Saya Dedi Wahyudi, Walikota Bengkulu, merespon kondisi kelangkaan BBM dan banyaknya antrean panjang di SPBU. Maka itu, pemerintah kota menerapkan WFH bagi ASN, PTT dan PPPK di lingkungan Pemkot. Tidak usah ikut antrean panjang karena besok diliburkan. Cukup bekerja di rumah,” ujar Walikota.

Kedua, bagi SD dan SMP baik negeri maupun swasta yang siswanya telah menyelesaikan ujian, diminta untuk melaksanakan pembelajaran daring dari rumah.

“Anak sekolah SD dan SMP yang muridnya telah selesai ujian diimbau untuk belajar di rumah atau daring,” tuturnya.

Upaya lainnya ialah mengimbau kepada para pengelola SPBU agar tidak melayani pembelian BBM menggunakan jerigen demi mencegah penimbunan serta mengurangi antrean.

Selain itu, Walikota juga mengerahkan Satpol PP dan Tagana Kota Bengkulu untuk mengatur antrean di SPBU serta membagikan air mineral kepada masyarakat yang mengantre.

“Inilah bentuk hadirnya pemerintah,” jelasnya.

Terakhir, meminta semua pihak untuk memberi ruang kepada pemerintah dalam menyelesaikan persoalan utama yang menjadi pemicu kelangkaan, yakni pendangkalan alur di Pelabuhan Pulau Baai yang menghambat distribusi BBM ke wilayah tersebut.

“Tetap bersabar, kondisi ini karena memang pendangkalan alur. Mari kita perbanyak doa kepada Allah SWT agar masalah ini segera selesai,” tutupnya. (**)

error: Content is protected !!