Bengkulu, InfoPublik – Kota Bengkulu segera memiliki magnet wisata baru di jantung kota. Pemerintah Kota Bengkulu tengah mematangkan persiapan peluncuran (launching) Belungguk Point, sebuah kawasan ikonik yang diproyeksikan menjadi pusat kreativitas dan ekonomi kerakyatan.

Rencananya, ikon ini akan diresmikan dengan kemeriahan luar biasa pada malam pergantian tahun baru 2026.

Namun dalam launching ini dan sejalan dengan arahan Gubernur dan Walikota Bengkulu, pemerintah memastikan tidak akan ada pesta kembang api maupun mercon.

Jadi sebagai gantinya, kemeriahan akan dialihkan pada peluncuran ikon wisata baru, Belungguk Point, yang mengedepankan nilai budaya dan kreativitas komunitas.

Asisten II Setda Kota Bengkulu Sehmi Alnur menjelaskan, titik pusat acara akan berada di sepanjang Jalan S. Parman, mulai dari Simpang Lima hingga Simpang Skip. Kawasan ini akan disulap menjadi panggung seni raksasa.

“Salah satu daya tarik utamanya adalah Parade Dhol yang melibatkan 200 penabuh. 100 dari kalangan siswa SD dan SMP, serta 100 lainnya dari komunitas seni Bengkulu,” ujar Sehmi, Rabu sore (17/12).

Tidak hanya musik tradisional, jalanan akan diramaikan oleh berbagai komunitas hobi seperti sepatu roda, skateboard, hingga permainan tradisional egrang.

Panggung utama juga akan menampilkan berbagai atraksi seni dari sanggar-sanggar berbakat di Kota Bengkulu.

Selain itu, Belungguk Point tidak hanya soal hiburan, tetapi juga modernisasi ekonomi. Kawasan ini akan menerapkan konsep Kampung Digital.

Nantinya seluruh pelaku UMKM yang terlibat telah bekerja sama dengan Bank Bengkulu dan Bank Fadhilah untuk melayani transaksi nontunai menggunakan QRIS.

Untuk menjaga estetika dan kenyamanan, Pemerintah menetapkan aturan ketat bagi para pedagang. Pertama, UMKM hanya diperbolehkan berjualan menggunakan gerobak atau mobil yang telah di-branding khusus di sisi jalan.

Kemudian, pedagang dilarang memasak atau mencuci piring di lokasi. Semua sajian harus siap saji dengan kemasan sekali pakai guna mencegah sampah menumpuk dan genangan air limbah.

Nantinya, Jalan S. Parman akan ditutup total selama acara berlangsung (pukul 21.00 – 00.00 WIB). Bagi pengunjung, kendaraan akan diarahkan menuju area parkir di sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

Saat launching berlangsung nanti, Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjaga fasilitas dan kebersihan di ikon baru ini.

“Jangan sampai ada aset yang rusak atau iseng dihancurkan. Ini adalah milik kita bersama, mari kita jaga keindahannya,” tutup Sehmi.

Sebagai informasi, bagi masyarakat yang ingin memantau perkembangan persiapan ini, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman resmi Media Center Kota Bengkulu. (MCKB R.Novri)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!