Bengkulu, InfoPublik – Suasana haru, tangis kerinduan, dan rasa bahagia yang mendalam menyelimuti Asrama Haji Bengkulu pada Jumat (5/6/2026).

Lantunan talbiyah dan selawat bergemuruh menyambut kedatangan jemaah haji Bengkulu yang tergabung dalam Kloter 2 Padang (PDG). Setelah berminggu-minggu terpisah jarak dan mengikhlaskan diri beribadah di Tanah Suci, mereka kini kembali ke pelukan keluarga.

Isak tangis bahagia seketika pecah saat para jemaah melangkahkan kaki turun dari bus. Banyak di antara mereka yang langsung bersujud syukur di tanah, menitikkan air mata di atas bumi pertiwi sebagai bentuk terima kasih mendalam kepada Sang Pencipta karena telah diberikan kesehatan dan keselamatan hingga bisa berkumpul kembali bersama orang-orang tercinta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, H. Intihan, dengan penuh rasa syukur mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah. Ia tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya melihat formasi jemaah yang kembali tetap utuh dan sehat seperti saat mereka dilepas pergi.

“Jamaah haji Kloter 2 Padang atau kloter pertama asal Bengkulu berangkat dengan jumlah 393 orang dan kembali ke tanah air sebanyak 393 orang dalam kondisi sehat walafiat,” ujar Intihan dengan suara bergetar penuh syukur.

Bagi pemerintah daerah dan keluarga, kepulangan jemaah dalam jumlah utuh dan kondisi sehat ini adalah mukjizat dan berkah yang sangat besar.

Mewakili Pemerintah Kota Bengkulu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Bengkulu Harry Iswahyudi, secara simbolis menerima kembali kepulangan para jemaah tersebut, yang 367 orang di antaranya merupakan warga Kota Bengkulu.

Momen kepulangan ini bukan sekadar akhir dari sebuah perjalanan ibadah, melainkan sebuah awal yang baru. Pemerintah dan seluruh masyarakat berharap, air mata kebahagiaan yang tumpah hari ini menjadi tanda diterimanya ibadah mereka, dan sekembalinya ke rumah masing-masing, para jemaah dapat menjadi haji yang mabrur serta membawa pancaran nilai-nilai kebaikan, keteladanan, dan berkah bagi lingkungan sekitarnya. (**)

error: Content is protected !!