Bengkulu, InfoPublik – Rangkaian acara Festival Pantai Panjang 2026 terus berlangsung meriah. Usai menyelenggarakan parade tari yang memukau penonton, festival tahunan ini dilanjutkan dengan kegiatan lomba mural yang berpusat di area depan Gazebo gratis.

Ajang kreativitas ini berhasil menarik antusiasme tinggi dari para seniman. Tercatat sebanyak 50 peserta yang berasal dari berbagai daerah di pulau Sumatera ikut serta dalam kompetisi ini.

Mereka saling beradu kreativitas dan menyuarahkan pikiran untuk menghasilkan karya mural yang indah, menarik, sekaligus sarat akan pesan mendalam.

Tahun ini, panitia mengusung tema “Merawat Pantai Panjang, Menghidupkan Pariwisata Bengkulu”. Tema tersebut menantang para seniman jalanan untuk menuangkan gagasan visual mengenai pentingnya menjaga kebersihan, kelestarian lingkungan, dan potensi wisata pantai Bengkulu di atas media yang telah disediakan.

Pelaksanaan lomba ini mendapat perhatian khusus dari jajaran pemerintah setempat. Staf Ahli Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu Eddy Aprianto, turun langsung memantau jalannya kompetisi. Ia didampingi oleh beberapa Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta seluruh jajaran panitia penyelenggara dari EO dan Dinas Pariwisata Kota Bengkulu.

Di sela-sela peninjauannya, Eddy memberikan apresiasi besar terhadap dedikasi para peserta dan kolaborasi instansi yang terlibat. Ia menegaskan bahwa esensi dari perlombaan ini jauh lebih besar daripada sekadar kompetisi seni biasa.

“Ajang ini bukan sekadar ajang perlombaan estetika biasa. Acara ini merupakan sebuah gerakan kolaboratif untuk membangun pariwisata yang berkelanjutan berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif Dinas Pariwisata Kota Bengkulu,” ujar Eddy, Minggu (26/7/26).

Semangat kompetisi dan antusiasme tinggi terpancar jelas dari wajah para seniman yang terlibat, salah satunya adalah Dea. Sebagai salah satu perwakilan peserta, Dea mengaku sangat antusias dan telah mempersiapkan konsep matang jauh-jauh hari demi bisa menyajikan visual terbaik yang sejalan dengan misi pelestarian lingkungan di kawasan wisata tersebut.

“Saya dan tim siap memberikan yang terbaik dalam kompetisi ini. Tema yang diangkat sangat menyentuh bagi kami para seniman, karena melalui media mural ini kami bisa ikut menyuarakan pentingnya menjaga keindahan alam Bengkulu agar tetap lestari dan dinikmati generasi mendatang,” ungkap Dea di sela-sela kegiatannya melukis pada media yang disediakan.

Melalui goresan-goresan warna dari tangan kreatif para peserta se-Sumatera ini, kawasan Gazebo Pantai Panjang kini tampak lebih hidup dan penuh pesan edukatif.

Pemerintah Kota Bengkulu berharap pesan moral yang tertuang dalam mural-mural tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk bersama-sama menjaga keasrian Pantai Panjang demi kemajuan pariwisata daerah. (**)

error: Content is protected !!