Bengkulu, InfoPublik – Suasana pesisir Pantai Panjang Bengkulu mendadak berubah menjadi lautan manusia bernuansa Merah Putih, Minggu pagi (26/7/26).
Sebanyak 20 ribu penari menyatukan langkah dalam parade kebudayaan megah bertajuk “Bengkulu Menari” yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Pantai Panjang 2026.
Aksi kolosal ini tidak hanya memukau mata, tetapi juga resmi mencatatkan sejarah baru dengan memecahkan rekor dunia sebagai parade tari terpanjang yang membentang sejauh 3,6 kilometer.
Sejak pagi hari, para peserta yang terdiri dari jajaran Pemerintah Kota Bengkulu, mulai dari Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Lurah hingga Kepala Sekolah serta seluruh siswa-siswi SD dan SMP se-Kota Bengkulu telah memadati lokasi.
Bersama berbagai komunitas dan elemen masyarakat, mereka tampil kompak mengenakan pakaian bernuansa Merah Putih sembari mengayunkan sapu tangan bermotif Batik Besurek, batik khas kebanggaan masyarakat Bengkulu.
Dengan latar belakang deburan ombak dan keindahan pasir putih, para penari bergerak energik mengikuti irama musik tradisional dan kreasi. Formasi tari yang masif ini mengular tanpa putus, mulai dari kawasan Pasir Putih hingga berakhir di Jembatan Merah Putih dekat Bencoolen Mall.
Usai menggerakkan ribuan massa dalam tarian yang penuh semangat, Penjabat (Pj) Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, langsung menyampaikan rasa haru dan apresiasinya di atas panggung.
Di hadapan ribuan pasang mata, ia menegaskan bahwa momen ini adalah pencapaian bersejarah.
“Pertama, Pemerintah Kota Bengkulu mengucapkan terima kasih atas kehadiran Ibu, rekan-rekan OPD, dan terutama Adik-adik dari Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama se-Kota Bengkulu. Pagi hari ini kegiatan kita alhamdulillah sudah berjalan dengan lancar, dan insya allah memecahkan rekor dunia,” ujar Medy yang langsung disambut sorak-sorai dan tepuk tangan meriah dari penonton.
Ia menambahkan bahwa kesuksesan event Tari Pantai Panjang ini merupakan realisasi dari visi besar Walikota Dedy dan Wawali Ronny untuk mengangkat marwah kebudayaan lokal ke panggung internasional.
“Tari di Pantai Panjang, ini sesuai dengan harapan Bapak Walikota, akan jadi sejarah bagi Kota Bengkulu. Hari ini kita melaksanakan event, insya allah tahun depan kita laksanakan yang lebih meriah lagi, setuju?,” tanya Medy yang langsung dijawab kompak, “Setuju” oleh massa yang hadir.
Selain menjadi ajang pelestarian budaya lewat perpaduan tari tradisional dan tari kreasi, agenda besar ini juga dirancang untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat, khususnya para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menggelar lapak di sekitar area festival.
Sambil bergurau untuk mencairkan suasana yang hangat, Medy mengajak seluruh peserta parade untuk meramaikan stan-stan kuliner dan produk lokal setelah acara selesai.
“Hari ini kita melestarikan budaya Kota Bengkulu dengan menari tradisional, ada tari kreasinya juga. Setelah ini Bapak, Ibu, Adik-adik, pasti berbelanja di UMKM kita, setuju? Yang tidak membawa bekal, boleh dekat-dekat dengan Ibu Kepala Sekolahnya. Insya allah ditraktir. Kalau yang OPD, silakan dekat-dekat dengan Kepala OPD-nya. Ada jatah dari Kadisnya nanti ya,” canda Medy yang memicu gelak tawa dari para peserta.
Menutup pidatonya, Pj Sekda menyampaikan permohonan maaf jika masih terdapat celah dalam manajemen acara berskala masif tersebut, sembari tetap mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan antusiasme warga.
“Sekali lagi kami mengucapkan terima kasih. Mohon maaf kalau masih ada kekurangan-kekurangan di pelaksanaannya,” pungkasnya.
Festival Pantai Panjang 2026 melalui “Bengkulu Menari” sukses membuktikan bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat mampu melahirkan sebuah mahakarya kebudayaan yang diakui dunia sekaligus membawa dampak positif bagi sektor pariwisata daerah. (**) jadikan foto ilustrasi, masukan semua foto ke dalam frame. Masukan nama Pj Sekda Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, masukan judul besar, masukan beberapa kutipan, buat HD dan cinematic. Portait
