Bengkulu, InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat yang digelar di Gedung Serba Guna SRT III Provinsi Bengkulu.

Di hadapan 262 siswa peserta MPLS, Dedy memberikan motivasi mendalam mengenai pentingnya disiplin, semangat belajar, hingga etika dalam berinteraksi selama mengenyam pendidikan.

​Dalam penyampaiannya, Walikota mengingatkan para siswa yang tinggal di lingkungan asrama agar selalu menjaga batas-batas norma, adat, dan ketentuan agama. Ia menekankan agar rasa menyukai sesama teman dalam batas wajar tidak dirusak oleh perilaku pacaran yang berlebihan.

“Tetapi yang Bapak bilang tadi, jangan melampaui batas-batas norma adat kita. Kalian penyemangat, dalam taraf normal itu tidak apa-apa, tapi jangan sekali-kali kalian berpacaran yang di luar ketentuan asrama ini. Jangan rusak masa depan kalian,” tegas Dedy di hadapan ratusan siswa.

​Ia juga membagikan cerita sebagai peringatan bagi para siswa agar tidak terjerumus ke dalam tindakan yang melanggar aturan sekolah maupun asrama. Menurutnya, kegagalan menjaga diri hanya akan merugikan masa depan murid itu sendiri dan mengecewakan orang tua.

“Ada di salah satu sekolah favorit di Kota Bengkulu ini, dikeluarkan dari sekolahnya karena ketahuan melakukan hal-hal di luar batas norma. Jangan sekali-kali nanti ada mojok di sana, ada mojok di situ, tidak boleh,” tambah Dedy.

​Selain memberikan teguran dan pengarahan etika, Dedy turut membakar semangat para siswa agar tidak mudah berkecil hati apabila menemui kesulitan dalam belajar. Ia mengingatkan bahwa setiap anak memiliki bakat dan keunggulan masing-masing.

“Kalau kalian belajar dengan tekun tapi hasilnya tidak maksimal, tidak apa-apa nak, tidak apa-apa. Karena kalian semua ini kemampuannya berbeda-beda. Ada yang kuat di matematika, ada yang kuat di olahraga, ada yang kuat di bidang kesenian, ada yang kuat di ilmu sosial,” ujarnya.

​Kendati demikian, Walikota mengajak para siswa membayangkan harapan orang tua mereka di rumah, sekaligus membakar cita-cita peserta yang hadir dengan memberikan doa serta motivasi untuk masa depan mereka.

“Ketika belajar, langsung bayangkan wajah ayah bunda di rumah. ‘Ayah, saya memang jauh, saya rindu sekali dengan ayah, tapi saya harus sekolah di sini untuk mengangkat derajat keluarga kita. Semoga ada yang jadi bupati, ada yang jadi Walikota Bengkulu, kepala dinas, kepala sekolah, dokter, polisi, tentara, pengusaha, dan jadi orang hebat,” tutur Dedy yang disambut seruan “Aamiin” secara serentak oleh para siswa.

​Kegiatan MPLS tersebut berlangsung interaktif. Di akhir sesi, Walikota juga memberikan kesempatan kepada para siswa untuk maju ke depan, bertanya, serta berinteraksi langsung bersama jajaran pejabat dan aparat kepolisian yang turut hadir memberikan arahan teknis mengenai pendaftaran dan persiapan karier bagi siswa. (**)

error: Content is protected !!