Bengkulu,InfoPublik – Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah, Jumat (10/7/2026).
RUPS tersebut menghasilkan keputusan penting berupa penetapan anggota baru Dewan Pengawas Syariah (DPS) sekaligus menjadi momentum memperkuat komitmen Pemerintah Kota Bengkulu dalam mendorong pertumbuhan BPRS Fadhilah.
Rapat dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bengkulu Medy Pebriansyah, Komisaris Utama BPRS Fadhilah Deddy Intansyah Ekaputra, Direktur Utama Dendy Prasetya, Direktur Darwin Natalaksana, serta jajaran manajemen dan pemegang saham.
Dalam RUPS tersebut disepakati penetapan Muhammad Dharma Setiadi sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah yang baru. Ia akan mendampingi Ketua Dewan Pengawas Syariah, Prof. Rohimin, dalam mengawasi operasional BPRS agar tetap berjalan sesuai prinsip syariah.
Selain agenda penetapan DPS, Wali Kota Dedy Wahyudi juga menerima piagam penghargaan Top BUMD Award 2026 yang diserahkan langsung oleh Direktur Utama BPRS Fadhilah, Dendy Prasetya.
Penghargaan tersebut menjadi bukti pengakuan nasional atas kinerja BPRS Fadhilah sebagai salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang dinilai memiliki tata kelola dan performa yang baik.
Usai RUPS, Dedy Wahyudi langsung mengumpulkan seluruh karyawan BPRS Fadhilah untuk memberikan motivasi dan membakar semangat kerja. Dalam arahannya, ia mengajak seluruh pegawai menjaga kekompakan dan terus berinovasi menghadapi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Bahkan, sebagai pemegang saham utama, Dedy menyampaikan komitmennya untuk memperkuat permodalan BPRS Fadhilah dengan rencana penambahan modal sebesar Rp7 miliar yang akan dilakukan secara bertahap.
“Saya sebagai wali kota tentu ingin bank ini menjadi lebih besar. Ketika perusahaan ini maju dan keuntungannya besar, gaji teman-teman bisa dinaikkan dan teman-teman juga akan mendapatkan bonus. Insya Allah saya selaku pemegang saham akan menambah modal di sini Rp7 miliar, mungkin bertahap Rp3 miliar terlebih dahulu,” ujar Dedy.
Ia menjelaskan, penetapan Muhammad Dharma Setiadi sebagai anggota Dewan Pengawas Syariah merupakan langkah strategis untuk semakin memperkuat pengawasan terhadap operasional bank.
“Hari ini kita RUPS untuk penetapan anggota Dewan Pengawas Syariah, Bapak Muhammad Dharma Setiadi. Beliau akan mendampingi Prof. Rohimin, ulama kita, guru kita, untuk mengawasi bank ini. Kemudian saya juga menyemangati teman-teman agar tetap optimistis,” katanya.
Menurut Dedy, tantangan dunia perbankan saat ini semakin berat dengan banyaknya lembaga keuangan yang menawarkan berbagai produk unggulan. Namun ia optimistis BPRS Fadhilah mampu bersaing jika seluruh jajaran bekerja secara solid.
“Hari ini kompetisinya begitu berat. Bank-bank lain terus tumbuh dengan menawarkan banyak produk. Tapi kalau keinginan kita kuat dan semuanya solid, insya Allah tidak ada yang tidak bisa. Bank ini adalah kebanggaan Kota Bengkulu dan kita semua punya keinginan untuk membesarkannya,” ungkapnya.
Dedy juga memastikan Pemerintah Kota Bengkulu tetap berkomitmen memperkuat permodalan BPRS Fadhilah maupun Bank Bengkulu. Menurutnya, usulan penambahan modal saat ini tengah diproses bersama DPRD.
“Insya Allah saya sudah berkomitmen menambah modal di Bank Fadhilah dan juga Bank Bengkulu. Saat ini sedang digodok di DPR dan dalam waktu dekat kami berharap anggota DPR membantu agar bank ini semakin besar sehingga ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” jelasnya.
Terkait penghargaan Top BUMD Award 2026, Dedy menyebut prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh jajaran BPRS Fadhilah. Menurutnya, proses penilaian dilakukan secara objektif oleh tim independen di tingkat nasional.
“Top BUMD itu dinilai oleh pusat dengan standar khusus terhadap BUMD di seluruh Indonesia. Kemarin kami tidak sempat hadir karena agenda yang padat, tetapi penghargaan tetap diberikan. Ini menandakan proses penilaiannya sangat fair. Ini prestasi kita semua. Saya hanya sebagai top leader yang menyemangati, sementara yang bekerja Pak Dendy dan seluruh jajaran. Karena itu saya terus mendorong mereka membesarkan bank ini. Kalau bank sehat dan untungnya besar, kesejahteraan karyawan juga akan meningkat,” tutup Dedy.(MCKB Eki/Okky)
