Medan,InfoPublik – Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi bersama 97 walikota dari seluruh Indonesia menghadiri Dialog Kota Tangguh bersama Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang berlangsung di Ballroom Hotel Grand City Hall, Kota Medan, Rabu (1/7/2026).

Mengusung tema “Kota Tangguh Bangsa Berdaulat”, forum nasional tersebut menjadi wadah bagi para kepala daerah untuk memperkuat sinergi dalam membangun kota yang mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di masa depan.

Dedy Wahyudi menegaskan bahwa mewujudkan kota tangguh tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, media hingga masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.

“Kuncinya kolaborasi agar kota tangguh bisa terwujud. Kita Pemerintah Kota Bengkulu juga turut berkontribusi mewujudkan itu (kota tangguh) dan bangsa yang berdaulat,” ujar Dedy.

Menurut Dedy, pemerintah kota memiliki peran strategis dalam memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal sekaligus menghadirkan pembangunan yang mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.

Ia menjelaskan, ketangguhan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan pembangunan fisik semata, tetapi juga ditentukan oleh kualitas tata kelola pemerintahan, kesiapan menghadapi bencana, kemampuan memperkuat perekonomian masyarakat, serta tingginya partisipasi warga dalam proses pembangunan.

“Ketangguhan kota harus dibangun secara menyeluruh. Infrastruktur memang penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah kesiapan masyarakat, tata kelola pemerintahan yang baik, serta kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk beradaptasi terhadap perubahan,” terang Dedy.

Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menekankan bahwa penguatan kota tangguh menjadi salah satu fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan pada masa mendatang.

Menurut Hanif, perubahan iklim, pertumbuhan jumlah penduduk, hingga ketidakpastian ekonomi global menuntut setiap pemerintah kota memiliki kemampuan beradaptasi sekaligus membangun sistem perkotaan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Kota yang tangguh bukan hanya mampu menghadapi berbagai tantangan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk terus berkembang, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga keberlanjutan pembangunan,” ujarnya.

Hanif menambahkan, pemerintah kota merupakan garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik sekaligus memastikan masyarakat terlindungi dari berbagai risiko yang dapat mengganggu stabilitas daerah.

Karena itu, konsep kota tangguh harus diwujudkan melalui pembangunan yang terpadu, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pelestarian lingkungan, peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga penerapan tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif.

Dalam mengikuti rangkaian Rakernas XVIII APEKSI di Kota Medan, Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi didampingi Ketua TP PKK Kota Bengkulu Ny. Dian Fitriani Wahyudi, Penjabat Sekretaris Daerah Medy Pebriansyah, Asisten I Alex Periansyah, Sekretaris DPRD Kota Bengkulu Syofyan Tasoni, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Eka Saputra, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Nurlia Dewi, Kepala Dinas Perhubungan Toni Hastri Putra, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Rozi Ismariandi, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Nelawati, Kepala Dinas Pariwisata Nina Nurdin, Kadis LH Anshar Amin serta sejumlah kepala bagian di lingkungan Pemerintah Kota Bengkulu.

Sehari sebelumnya, Dedy bersama rombongan juga menghadiri Gala Dinner Rakernas XVIII APEKSI yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Medan, sebagai pembuka rangkaian kegiatan tahunan organisasi pemerintah kota se-Indonesia tersebut. (**)

error: Content is protected !!