Bengkulu, InfoPublik- Pada bulan Juni 2026, di kota Bengkulu terjadi inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,61 persen, inflasi month to month (m-to-m) sebesar 0,38 persen, dan inflasi year to date (y-to-d) sebesar 1,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen sebesar 110,80.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Kota Bengkulu, Iin Inayati pada kegiatan Press Release Berita Resmi Statistik (BRS) Juni 2026 di Kantor BPS Kota Bengkulu, Rabu (1/7/2026).

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks harga kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 5,95 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,99 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 1,48 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,59 persen ; kelompok transportasi sebesar 3,33 persen; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,10 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,39 persen; kelompok pendidikan sebesar 1,37 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 3,69 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 7,52 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks (deflasi), yaitu kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen.

Penyumbang utama inflasi y-on-y adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil sebesar 1,72 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain emas perhiasan, cabai merah, bensin, angkutan udara, dan ikan dencis.

Sedangkan kelompok Kesehatan memberikan andil inflasi mendekati 0 (tidak memberikan andil inflasi. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain santan segar, tarif rumah sakit, bawang putih, popok bayi sekali pakai/diapers, dan sepatu anak.

Penyumbang utama inflasi m-to-m adalah kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,18 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi, antara lain bensin, bahan bakar rumah tangga, tomat, emas perhiasan, dan soto.

Sedangkan kelompok yang memberikan andil deflasi adalah kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi, antara lain cabai merah, daging ayam ras, angkutan udara, sepatu anak, dan santan segar.

Turut mengikuti Rilis BRS ini, dinas terkait, para statistisi di BPS Kota Bengkulu, serta media massa. (MCKB Rilis)

By Bang Hend Badak

Jasad itu hanya sementara, Tetapi sebuah karya bisa melampaui setiap masa.

error: Content is protected !!