Bengkulu, InfoPublik – Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Laksamana Madya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr. Opsla., memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Festival Tabut Bengkulu, Rabu malam (25/6/26).
Melihat antusiasme ratusan ribu masyarakat yang memadati rute festival, ia optimistis tradisi budaya khas Bengkulu ini memiliki potensi besar untuk menjadi ajang internasional di masa depan.
Dalam penyampaiannya, Laksmana Madya TNI Irvansyah mengaku takjub dengan kemeriahan festival tahun ini. Berdasarkan laporan Dinas Pariwisata, perhelatan tersebut dihadiri oleh sedikitnya 250.000 orang.
“Tengok masyarakat antusias, tadi laporan Bapak Kepala Dinas Pariwisata, 250.000 orang. Tampaknya lebih. Di jalan penuh orang. Tidak putus-putus. Ai, banyak nian (sekali). Lebih itu, Pak Kepala Dinas. Jangan dikurang-kurangi,” ujarnya dengan bahasa Bengkulu dan melempar canda ke Kadispar Provinsi.
Sebagai putra daerah yang besar di Bengkulu sebelum merantau, Irvansyah menceritakan bagaimana festival ini membangkitkan memori masa kecilnya, mulai dari membuat telong-telong hingga ikut memukul alat musik tradisional Dol. Menurutnya, getaran budaya Tabut harus bisa dirasakan dan dibanggakan oleh seluruh masyarakat Bengkulu.
Ia mendukung penuh target Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk menaikkan kelas Festival Tabut dari ajang nasional menjadi internasional. Namun, ia menekankan bahwa pencapaian tersebut membutuhkan satu syarat mutlak, yaitu dukungan penuh dari internal masyarakat Bengkulu sendiri tanpa adanya keluhan atau celaan yang tidak produktif.
“Syaratnya cuma satu, masyarakat Bengkulu semuanya, kakak, adik, bapak, emak, pacik, paman, Pak Dang, segalonyo dukung. Jangan banyak mengeluh, jangan banyak mencela. Berbuat sesuatu yang baik. Minimal kalau ada turis itu, pak, kasihlah senyum. Bantu kalau ada kesulitan. Itu sajalah cukup,” kata Kepala Bakamla.
Sebagai langkah konkret untuk mengenalkan budaya lokal ke panggung yang lebih luas, Irvansyah menyampaikan rencananya untuk membawa dan mementaskan kesenian musik Dol di Jakarta pada panggung berskala besar.
Sebagai penutup, Kepala Bakamla juga mengingatkan masyarakat untuk bersinergi dan mendukung 100 persen seluruh program pembangunan ekonomi dan infrastruktur yang dijalankan oleh pemerintah daerah demi kemajuan signifikan Provinsi Bengkulu.
“Saya mengajak semuanya untuk mendukung seluruh program pemerintah. Dukunglah, karena kalau tidak dukung, rugi sendiri. Kalau pembangunan macet, siapa yang rugi? Bukan Bapak Gubernur, kita juga. Jalan rusak, siapa yang rugi? Kita juga. Makanya dukung, tidak ada pilihan lain,” pungkasnya. (**)
